Peziarah Mengeluh Diganggu Anak Jalanan di Makam Sunan Ampel, Eri Cahyadi Perketat Pengawasan

Peziarah Mengeluh Diganggu Anak Jalanan di Makam Sunan Ampel, Eri Cahyadi Perketat Pengawasan

PlatMerah.com, Surabaya – Keberadaan anak jalanan (anjal) dan pengemis di kawasan Makam Sunan Ampel, Surabaya, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah peziarah mengeluhkan gangguan yang mereka alami. Anak jalanan dilaporkan sering meminta uang dengan cara yang dinilai memaksa, bahkan ada yang berpura-pura membantu peziarah menyeberang jalan hingga mengikuti mereka.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menanggapi keluhan tersebut dengan serius. Ia menyatakan bahwa laporan gangguan dari anak jalanan di kawasan religi tersebut memang sering masuk melalui hotline Lapor Cak Eri. Menurut Eri, modus yang digunakan anjal beragam, mulai dari berpura-pura membantu sampai meminta uang secara paksa. Beberapa anjal bahkan mengikuti peziarah sampai akhirnya mendapatkan uang.

Langkah Penertiban dan Pengawasan

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, pemerintah kota melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melakukan penertiban di kawasan Makam Sunan Ampel. Pengawasan dilakukan setiap hari, namun tantangan utama adalah keberadaan anak jalanan yang tidak menetap, sehingga mereka seringkali kembali setelah petugas meninggalkan lokasi.

Eri Cahyadi mengakui kondisi ini seperti permainan kucing-kucingan antara petugas dan anak jalanan. Ia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para peziarah dan berjanji akan memperketat pengawasan dengan menambah intensitas patroli di kawasan tersebut.

Sanksi Sosial untuk Anak Jalanan

Selain melakukan penertiban di lapangan, Pemkot Surabaya juga memberikan sanksi sosial kepada anak jalanan dan pengamen yang tertangkap. Mereka diwajibkan menjalani sanksi sosial di UPTD Liponsos Keputih selama tiga hari. Bentuk sanksi meliputi membersihkan area Liponsos dan membantu memberi makan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Menjaga Kenyamanan Kawasan Religi

Langkah pengawasan yang diperketat diharapkan mampu menjaga kenyamanan dan keamanan kawasan Makam Sunan Ampel sebagai destinasi wisata religi. Pemerintah kota berkomitmen agar peziarah dapat beribadah dan berziarah tanpa gangguan dari anak jalanan atau pengemis yang mengganggu.

Dengan upaya berkelanjutan ini, diharapkan kawasan Makam Sunan Ampel tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat dan peziarah yang datang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup