Speedboat Tersesat di Laut, Deasy Larasati Kenang Perjuangan Temui Pasien Sumbing di Pelosok
PlatMerah.com – Perjuangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien bibir sumbing di daerah pelosok kerap menghadirkan tantangan besar. Deasy Larasati, Country Manager Smile Train Indonesia, berbagi kisah menegangkan saat rombongannya harus menghadapi situasi kritis ketika speedboat yang mereka tumpangi tersesat di tengah laut lepas Halmahera, Maluku Utara.
Perjalanan Berbahaya Menuju Pelosok Halmahera
<pPerjalanan yang seharusnya berlangsung tiga jam berubah menjadi pengalaman penuh ketegangan. Deasy bersama rombongan yang terdiri dari seorang bidan, dokter anestesi, dan dokter bedah plastik berangkat untuk menemui pasien bibir sumbing dan sekaligus mengedukasi orang tua pasien lain yang menolak menjalani operasi.
Namun saat kondisi mulai gelap, mereka kehilangan arah di tengah laut. Menurut Deasy, seharusnya mereka sudah kembali ke Labuha pada pukul 17.00 WIB, tetapi hingga pukul 22.00 WIB mereka masih terombang-ambing tanpa tujuan jelas.
Situasi Mencekam di Laut Lepas
Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian, seluruh rombongan berdoa dan berusaha bertahan menghadapi stres dan ketakutan. Ada yang mengalami mual akibat situasi tersebut. Kondisi menjadi semakin genting ketika bahan bakar speedboat mulai menipis, sehingga mereka harus mematikan salah satu mesin untuk menghemat konsumsi bahan bakar.
Penyelamatan oleh Nelayan Setempat
Harapan datang saat sebuah kapal nelayan yang kebetulan melintas mendengar teriakan mereka. Nelayan tersebut kemudian membantu mengarahkan rombongan ke desa terdekat sehingga mereka bisa selamat dari situasi berbahaya.
Dedikasi Tinggi untuk Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil
Meskipun mengalami pengalaman yang hampir merenggut nyawa, Deasy Larasati tidak merasa kapok. Ia menuturkan bahwa doa dan harapannya agar keluarganya tetap dapat bertemu dengannya dalam kondisi apapun menjadi kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan ini.
Smile Train Indonesia sendiri secara rutin melakukan ribuan operasi bibir sumbing gratis setiap tahunnya. Program ini sangat penting mengingat masih banyak anak-anak di daerah terpencil yang membutuhkan bantuan medis tetapi sulit dijangkau karena kondisi geografis dan keterbatasan sarana transportasi.
Makna Penting Perjuangan ini bagi Masyarakat
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan medis bibir sumbing.
- Memberikan akses layanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok negeri.
- Mendorong dukungan dan edukasi kepada orang tua pasien agar tidak menolak proses operasi yang dapat menyelamatkan dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka.
Pengalaman Deasy Larasati ini menjadi cerminan nyata tantangan yang dihadapi dalam melayani kesehatan masyarakat di wilayah terpencil Indonesia. Namun, semangat dan dedikasi para tenaga medis serta relawan tetap menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













