Prabowo Subianto Targetkan RI Produksi Bensin dari Sawit dan Sorgum dalam 4 Tahun, Kredit Mikro 8 Persen Segera Hadir
Plat Merah – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dengan menargetkan Indonesia mampu memproduksi bensin dari tanaman dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Dalam pidato di Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa para profesor Indonesia saat ini tengah mengembangkan bensin dari kelapa sawit, serta etanol dari singkong, jagung, dan sorgum.
“Saya harap dalam 3-4 tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya akan mengurangi impor bahan bakar minyak, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. “Petani singkong akan hidup makmur! Petani jagung akan hidup makmur! Petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan keluarganya,” tambahnya.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan B50, campuran minyak kelapa sawit sebesar 50 persen pada solar. Prabowo mengklaim bahwa dengan B50, Indonesia akan menghentikan impor solar mulai bulan ini. “Mulai bulan ini, kita tidak impor lagi solar dari luar negeri,” tegasnya.
Selain isu energi, dalam kesempatan yang sama Presiden Prabowo Subianto juga meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan menyediakan kredit mikro dan supermikro dengan bunga hanya 8 persen per tahun. Skema pinjaman tanpa agunan ini dirancang untuk memperluas akses permodalan bagi masyarakat akar rumput. “Yang tadinya bunganya 22 persen, saya turunkan jadi 8 persen. Dibandingkan dengan 22 persen, lumayan 8 persen,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa program ini bersifat inklusif dan tidak memandang afiliasi politik. “Saya sekarang mengatakan saya bukan presidennya Gerindra, saya bukan presidennya siapa-siapa, saya presidennya rakyat Indonesia semuanya,” katanya. Koperasi Merah Putih akan didirikan di semua desa dan daerah, tanpa memandang apakah desa tersebut memilih Prabowo atau tidak. “Tidak peduli apakah di kabupaten itu Prabowo menang atau tidak, nggak ada urusan itu,” tegasnya.
Kombinasi antara target produksi bensin dari tanaman dan program kredit murah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan memanfaatkan komoditas lokal seperti sawit, singkong, jagung, dan sorgum, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian.
Prabowo Subianto optimistis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia tidak hanya akan swasembada energi tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani. “Petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan untuk keluarganya sendiri,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












