Menhan Bekali 399 Pegawai BUMN Peserta Angkatan Perdana URI dengan Pembekalan Kepemimpinan Strategis

Menhan Bekali 399 Pegawai BUMN Peserta Angkatan Perdana URI dengan Pembekalan Kepemimpinan Strategis

PlatMerah.com, Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada 399 pegawai BUMN yang menjadi peserta angkatan perdana Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Kodiklat TNI, Serpong, Banten. Program ini merupakan inisiatif kaderisasi kepemimpinan yang dirancang untuk menyiapkan talenta terbaik sebagai pemimpin strategis masa depan di lingkungan BUMN.

P3MD merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membentuk calon pemimpin yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kuat. Pendidikan intensif selama sembilan bulan yang dijalani peserta mencakup pembentukan karakter melalui pelatihan kedisiplinan, kepemimpinan, bela negara, wawasan kebangsaan, komunikasi, serta ketahanan fisik dan mental.

Selanjutnya, peserta mengikuti pendidikan manajerial yang meliputi tata kelola, pengambilan keputusan, kepemimpinan strategis, transformasi digital, dan keamanan siber. Setelah itu, mereka akan menjalani magang dan penugasan di kementerian maupun BUMN terkait, sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan praktis.

Arahan dan Harapan Menteri Pertahanan

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya integritas, wawasan kebangsaan, kemampuan berpikir strategis, dan semangat pantang menyerah sebagai dasar kepemimpinan yang harus dimiliki para peserta. Selain itu, para calon pemimpin BUMN diharapkan mampu mengemban tanggung jawab besar kepada bangsa dan negara.

Program ini diharapkan menghasilkan pemimpin BUMN yang mampu memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan Indonesia, dengan karakter yang kuat dan kemampuan profesional yang mumpuni.

Proyeksi Universitas Republik Indonesia (URI)

P3MD juga diproyeksikan menjadi embrio dari Universitas Republik Indonesia (URI), sebuah institusi pendidikan yang akan mendukung pengembangan sumber daya manusia strategis di masa depan. Dengan adanya URI, diharapkan muncul generasi pemimpin yang siap menghadapi tantangan global dan perubahan dinamis di berbagai sektor.

Kritik dan Tantangan

Namun, rencana pendirian URI dan pembangunan 10 kampus mendapat kritik dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menilai hal tersebut berpotensi menjadi pemborosan di tengah kebutuhan efisiensi anggaran negara. ICW juga menuntut kejelasan terkait dasar hukum dan tata kelola universitas ini agar program berjalan transparan dan efektif.

Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmen untuk melanjutkan program kaderisasi ini sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia unggul di BUMN dan nasional.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap terwujud pemimpin BUMN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemajuan bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup