Bahlil Senang Elektabilitas Golkar 10,8, tapi Minta Kader Tingkatkan Kapasitas

Bahlil Senang Elektabilitas Golkar 10,8, tapi Minta Kader Tingkatkan Kapasitas

PlatMerah.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan kegembiraannya atas tren kenaikan elektabilitas partainya yang mencapai angka 10,8 persen berdasarkan survei terbaru. Meskipun demikian, Bahlil menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan partai ke depan.

Elektabilitas Golkar Meningkat

<pMenurut Bahlil, capaian elektabilitas tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan kekompakan seluruh kader Partai Golkar, mulai dari pengurus pusat hingga daerah. Ia mengacu pada hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia dan survei yang dikeluarkan oleh Burhanuddin Muhtadi, meskipun survei tersebut tidak dipublikasikan secara resmi.

Bahlil membandingkan elektabilitas Golkar dengan partai lain, seperti PDIP yang berada di angka hampir 14 persen dan Gerindra di kisaran 18-19 persen. Ia juga mengingat tren elektabilitas Golkar pasca reformasi, yang biasanya masih berada di angka satu digit dua tahun setelah Pemilu.

Pentingnya Kaderisasi dan Penguatan Kapasitas

Meski elektabilitas meningkat, Bahlil mengingatkan agar Partai Golkar tidak hanya berorientasi pada perolehan kursi di parlemen. Penguatan kaderisasi menjadi prioritas utama, sesuai dengan keputusan Munas dan program kerja partai yang diperkuat dalam Rapimnas.

Bahlil menjelaskan keberadaan Akademi Partai Golkar sebagai upaya menghidupkan kembali pola kaderisasi yang diajarkan oleh para pendahulu partai. Akademi ini bertujuan mengembalikan nilai-nilai dasar perjuangan partai dan membentuk kader-kader yang berkualitas dan berintegritas.

Evaluasi Kualitas Kader

Bahlil memberikan evaluasi kritis terhadap kualitas kader yang duduk di DPR RI. Meskipun secara umum kader Golkar dinilai lebih baik dibandingkan rata-rata partai lain, ia merasa belum puas dan menilai masih banyak kader yang perlu ditingkatkan kapasitasnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader bertujuan agar mereka dapat menjadi pemimpin yang efektif di berbagai komisi DPR, mengikuti jejak senior-senior partai yang telah berhasil mengorganisasi dan memimpin dengan baik.

Analogi Pohon Beringin sebagai Simbol Partai

Untuk menggambarkan pentingnya kaderisasi dan pemahaman nilai-nilai dasar partai, Bahlil menggunakan analogi pohon beringin. Ia menekankan bahwa akar yang kuat merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan dan kekuatan partai, sama seperti pohon beringin yang rindang dan kokoh karena akarnya yang dalam.

Bahlil mengingatkan agar kader tidak terjebak dalam pragmatisme politik semata, tetapi harus memahami dan memperjuangkan nilai-nilai dasar partai secara menyeluruh agar tujuan perjuangan partai tidak mengalami distorsi.

Orientasi Politik dan Tujuan Partai

Bahlil juga menegaskan bahwa tujuan partai politik adalah meraih kekuasaan di parlemen dan eksekutif melalui pemilihan umum. Namun, ia menekankan agar orientasi tersebut tidak mengesampingkan nilai-nilai dasar perjuangan partai yang telah menjadi identitas dan prinsip utama Golkar.

Dengan kerja kolektif, kaderisasi yang diperkuat, dan pemahaman nilai dasar yang kokoh, Bahlil optimis Partai Golkar dapat mempertahankan dan meningkatkan posisinya dalam kontestasi politik nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup