Andre Rosiade Era Prabowo, Jembatan Limau Gadang yang Putus Dibangun Lagi

Andre Rosiade Era Prabowo, Jembatan Limau Gadang yang Putus Dibangun Lagi

PlatMerah.com, Pesisir Selatan – Pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang-Batu Kunik yang sebelumnya putus akibat banjir pada 2024 kini telah selesai dibangun kembali di era Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan.

Proses Pembangunan Jembatan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau langsung pembangunan jembatan tersebut bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Jembatan yang memiliki bentang 80 meter dan lebar 1,80 meter ini dibangun di Jalan Nasional Padang-Painan Km 83,7 dengan nilai kontrak Rp4,65 miliar. Pembangunan dimulai pada 19 Desember 2025 dan selesai tepat waktu pada 15 Agustus 2026 dengan progres fisik dan keuangan mencapai 100 persen.

Manfaat dan Dampak Pembangunan

Jembatan ini menggantikan akses yang rusak akibat banjir dan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong aktivitas perekonomian dan pertanian di Kampung Lumpo, Limau Gadang-Batu Kunik. Wali Nagari Limau Gadang Lumpo, Feri Naldi, mengapresiasi pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga karena memperlancar transportasi dan mendukung kehidupan masyarakat setempat.

Komitmen Pemerintah di Era Presiden Prabowo

Andre Rosiade menyatakan pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk membawa anggaran besar ke Sumatera Barat. Pemerintah telah menyiapkan hampir Rp19 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana alam, termasuk Pesisir Selatan, Padang, Kabupaten Solok, Kota Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Agam, dan Pasaman. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap dari 2025 hingga 2028.

Aspirasi Masyarakat dan Pengawasan Pembangunan

Selain pembangunan jembatan, Andre juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan lainnya. Permintaan terkait tanggul dan normalisasi sungai untuk melindungi sawah dari ancaman longsor dan luapan air langsung akan diteruskan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk diprioritaskan. Langkah ini menunjukkan upaya memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh.

Kolaborasi dan Pengawasan

Peninjauan pembangunan jembatan dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesisir Selatan, unsur kepolisian, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, serta pelaksana pembangunan. Hal ini menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan proyek infrastruktur yang berkualitas dan tepat sasaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup