Prabowo Subianto Sindir Ramalan Indonesia Collapse: Pejabat Ambruk karena Kerja Keras

Prabowo Subianto Sindir Ramalan Indonesia Collapse: Pejabat Ambruk karena Kerja Keras

Plat Merah – Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran tajam kepada pihak-pihak yang terus meramalkan Indonesia akan kolaps. Dalam sambutannya saat memimpin panen raya TNI di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya tetap fokus bekerja meskipun banyak prediksi pesimistis beredar.

“Tiap bulan Indonesia akan collapse, Juni collapse, ini sudah Juli. Juli collapse collapse saja mikirnya, mikir collapse ya. Biarin aja,” ujar Prabowo dengan nada tegas. Ia menyebut bahwa intensitas kerja tinggi justru membuat sejumlah pejabat tinggi negara jatuh sakit. “Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, terus terang saja, yang ambruk masuk rumah sakit karena kerja keras,” tambahnya.

Prabowo Subianto juga meminta agar keterlibatan TNI dan Polri dalam program ketahanan pangan tidak dipersoalkan. Menurutnya, TNI dan Polri adalah milik rakyat yang harus membantu mengatasi kesulitan masyarakat. “Kesulitan rakyat kita atasi. Udah enggak usah terlalu apa lah ini, prosedur ini apa, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut nanam jagung,” katanya saat memimpin panen raya. Ia menegaskan bahwa pihak luar tidak perlu ikut campur urusan dalam negeri Indonesia.

Di sisi lain, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan pesan Prabowo Subianto kepada 262 siswa baru Sekolah Rakyat Kota Semarang. Dalam kunjungannya, Rabu (17/7/2026), Agus Jabo mengungkapkan bahwa Presiden ingin para siswa memiliki kepercayaan diri, kecerdasan, karakter, nasionalisme, disiplin, dan keterampilan. “Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua kalian harus jadi anak yang pintar,” ujarnya. Ia juga menjamin bahwa setelah lulus SMA, siswa akan dibantu untuk melanjutkan kuliah atau bekerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, tokoh masyarakat Bali menagih janji Prabowo Subianto untuk membangun Bandara Internasional Bali Utara. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menerima aspirasi dari Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali dan berjanji akan segera melaporkannya kepada Presiden. Janji tersebut pertama kali disampaikan Prabowo pada 13 Februari 2024 dan diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 yang menetapkan pembangunan bandara di Kubutambahan beserta jalan tol penghubung.

Dalam upaya pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto memberikan waktu 30 hari untuk menata ulang tata kelola program. Hal ini disampaikan dalam rapat terbatas di Hambalang pada 15 Juli 2026. Trenggono menyatakan bahwa BGN akan mengevaluasi sekitar 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menghentikan sementara kerja sama dengan mitra untuk perbaikan.

Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan Indonesia melalui berbagai kebijakan, meskipun dihadapkan pada berbagai kritik dan ramalan buruk. Dengan kerja keras para pejabat dan dukungan dari berbagai pihak, ia optimis Indonesia dapat bangkit menjadi negara yang hebat dan mandiri.

Kesimpulannya, Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan terpengaruh oleh ramalan pesimistis. Fokus pada pembangunan, ketahanan pangan, pendidikan, dan infrastruktur menjadi prioritas utama demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup