Babinsa Sungai Selari Dorong Warga Perkuat Nilai Pancasila lewat Sosialisasi Kampung Pancasila
Latar Belakang Program Kampung Pancasila di Desa Sungai Selari
Plat Merah – Sejak diluncurkan pada 2018, program Kampung Pancasila menjadi inisiatif strategis TNI Angkatan Darat dalam rangka memperkuat ketahanan ideologi nasional di tingkat akar rumput. Program ini menekankan tiga pilar utama: persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong. Desa Sungai Selari, yang terletak di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, dipilih sebagai lokasi pilot pada tahun 2024 karena dinamika sosialnya yang cukup plural serta potensi konflik lahan yang pernah muncul.
Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 05 Bukit Batu, Sertu Tatang Abidin, menjadi ujung tombak pelaksanaan program ini. Sebagai perwira yang sekaligus mengemban tugas pembinaan teritorial, ia ditugaskan untuk menjembatani antara TNI AD, pemerintah daerah, serta masyarakat desa dalam rangka menanamkan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan.
Rangkaian Kegiatan Sosialisasi pada 12 Juli 2026
Pada Minggu, 12 Juli 2026, Babinsa Sertu Tatang Abidin memimpin serangkaian kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB. Acara ini melibatkan tokoh adat, kepala desa, guru, serta warga dari berbagai lapisan usia. Berikut agenda lengkapnya:
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 10.00 – 10.15 WIB | Pembukaan dan sambutan Kepala Desa serta Babinsa |
| 10.15 – 10.45 WIB | Pemaparan Konsep Kampung Pancasila oleh Babinsa |
| 10.45 – 11.15 WIB | Diskusi interaktif: Tantangan nilai Pancasila di era digital |
| 11.15 – 11.45 WIB | Simulasi gotong royong: Penataan kembali area bermain anak |
| 11.45 – 12.00 WIB | Penutup, foto bersama, dan pembagian materi cetak |
Isi Pokok Penyampaian
- Penegasan kembali lima sila Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
- Pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air.
- Strategi melawan hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
- Implementasi nilai gotong royong dalam kegiatan sehari-hari, misalnya membersihkan sungai.
- Peran aktif pemuda sebagai agen perubahan nilai kebangsaan.
Kronologi Singkat Peristiwa
- 08.00 WIB – Tim persiapan tiba di balai desa, menyiapkan sound system dan materi visual.
- 09.30 WIB – Kepala Desa menyampaikan salam pembuka dan mengundang Babinsa ke panggung.
- 10.00 WIB – Babinsa membuka acara dengan doa bersama.
- 10.15 WIB – Penyampaian materi utama tentang Kampung Pancasila.
- 10.45 WIB – Sesi tanya jawab, warga mengemukakan contoh konflik lokal yang dapat diatasi lewat dialog Pancasila.
- 11.15 WIB – Praktik gotong royong membersihkan tepi sungai Selari.
- 12.00 WIB – Penutup, foto bersama, dan distribusi brosur.
Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pihak
Berbagai pihak dapat merasakan manfaat jangka pendek dan panjang dari program ini:
- Masyarakat Desa: Meningkatnya kesadaran akan nilai kebangsaan, menurunnya potensi konflik horizontal, serta terbentuknya jaringan kerja sama lintas RT.
- Pemerintah Daerah: Memperoleh data lapangan untuk perencanaan program pembangunan berbasis nilai sosial, serta memperkuat legitimasi kebijakan daerah.
- TNI AD: Meneguhkan peran TNI sebagai agen stabilitas ideologi, memperluas jaringan intelijen sosial, dan meningkatkan citra positif di mata warga.
- Institusi Pendidikan: Dapat mengintegrasikan materi Pancasila yang lebih kontekstual ke dalam kurikulum lokal.
- Media Lokal: Memiliki konten yang memperkuat narasi persatuan dan gotong royong, meningkatkan engagement pembaca.
Analisis Tantangan di Era Digital
Walaupun sosialisasi tatap muka memberikan dampak signifikan, era digital menimbulkan tantangan baru. Penyebaran berita palsu melalui media sosial dapat memecah belah, terutama di kalangan remaja. Babinsa menekankan pentingnya literasi digital sebagai bagian integral dari nilai Pancasila. Upaya ke depan meliputi pelatihan media literasi bersama lembaga non‑profit dan pembuatan konten video edukatif yang mudah diakses.
Harapan Kedepan dan Rencana Lanjutan
Babinsa Sertu Tatang Abidin menutup kegiatan dengan harapan agar semangat Kampung Pancasila tidak berakhir pada satu hari saja. Rencana tindak lanjut meliputi:
- Penyusunan monitoring and evaluation bulanan untuk menilai perubahan perilaku warga.
- Pembentukan Kelompok Gotong Royong yang beranggotakan perwakilan RT, yang akan mengelola proyek lingkungan secara periodik.
- Pengadaan pelatihan literasi digital bagi pemuda desa bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika.
- Integrasi materi Kampung Pancasila ke dalam agenda sekolah dasar dan menengah di desa.
Dengan langkah‑langkah konkret tersebut, diharapkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi slogan, melainkan menjadi budaya hidup yang nyata bagi setiap warga Sungai Selari. Kebersamaan yang terjalin pada hari itu diharapkan menjadi benih kuat untuk masa depan yang damai, aman, dan berkeadilan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












