KRI Sriwijaya Akan Diawaki 400 Personel TNI AL, Dipimpin Kolonel Laut (P) Fuad Hasan
PlatMerah.com, Jakarta – KRI Sriwijaya, kapal induk pertama milik Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia, akan diawaki oleh 400 personel TNI Angkatan Laut (AL) di bawah komando Kolonel Laut (P) Fuad Hasan. Penyerahan resmi kapal ini dijadwalkan pada 24 September 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan armada laut nasional.
Jumlah awak kapal terdiri dari 100 personel yang telah berada di kapal selama pelayaran dari Italia ke Indonesia dan 300 personel tambahan yang tengah menjalani pelatihan intensif di Komando Latihan Koarmada I, Jakarta. Pelatihan ini mencakup teori pengoperasian kapal induk serta prosedur dan tata cara bertugas di atas kapal.
Pelatihan dan Persiapan Awak KRI Sriwijaya
Para personel yang sedang menjalani pelatihan secara bertahap mempelajari berbagai materi penting, mulai dari pengoperasian kapal hingga manajemen tugas sehari-hari di atas kapal induk. Setelah pelatihan selesai dan proses serah terima kapal resmi dilakukan, 300 personel tersebut akan bergabung dengan 100 personel yang telah lebih dahulu berada di kapal untuk membentuk kru total berjumlah 400 orang.
Selain itu, kru KRI Sriwijaya juga melibatkan prajurit wanita, termasuk anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), yang turut serta dalam menjalankan berbagai fungsi di kapal.
Perjalanan dan Pengalaman Kolonel Fuad Hasan
Kolonel Laut (P) Fuad Hasan, lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 2002 dan mantan Komandan KRI Raden Eddy Martadinata-331, ditunjuk sebagai calon komandan KRI Sriwijaya. Ia mengikuti proses seleksi ketat dan pelatihan khusus di Koarmada II Surabaya serta familiarisasi selama satu bulan di Pangkalan Angkatan Laut Italia di Taranto sebelum pelayaran bersama kru TNI AL dan Angkatan Laut Italia.
Selama pelayaran dari Italia ke Indonesia, Fuad Hasan dan kru TNI AL berperan aktif dalam mengawaki kapal bersama sekitar 300 personel Angkatan Laut Italia, menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing mulai dari penjagaan hingga kegiatan operasional harian. Meskipun menghadapi kendala bahasa dan penyesuaian teknologi, proses tersebut mempererat hubungan dan kerja sama antar kedua angkatan laut.
Signifikansi KRI Sriwijaya bagi TNI AL
Kehadiran KRI Sriwijaya sebagai kapal induk pertama Indonesia menandai kemajuan strategis bagi kemampuan pertahanan laut nasional. Kapal ini akan memperkuat proyeksi kekuatan TNI AL dan meningkatkan kapabilitas operasional di wilayah perairan nasional dan sekitarnya.
Pelantikan resmi komandan dan kapal induk akan dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 24 September 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dengan komando Kolonel Laut (P) Fuad Hasan dan didukung oleh 400 personel terlatih, KRI Sriwijaya siap mengemban tugas menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














