Drama di Axiata Arena: Malaysia Masters 2026 Gagal, China Merayakan Tiga Gelar, Herry IP Dihujat

Drama di Axiata Arena: Malaysia Masters 2026 Gagal, China Merayakan Tiga Gelar, Herry IP Dihujat

Plat Merah – Rekap final Malaysia Masters 2026 – Setelah dibuat senang anak didik Herry IP, tuan rumah nyesek lagi [titlebase] menjadi sorotan utama ketika turnamen BWF Super 500 berakhir tanpa satu gelar bagi Malaysia. Publik di Kuala Lumpur menyaksikan kegagalan pasangan tuan rumah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin melawan Denmark, sementara China menambah tiga trofi di sektor ganda putri, tunggal putra, dan ganda campuran.

Dominasi China terlihat jelas. Chen Fan Shu Tian dan Luo Xu Min mengamankan gelar ganda putri dengan mengalahkan Jepang 21-16, 25-23. Di tunggal putra, Li Shi Feng menumpas wakil Thailand Panitchaphon Teeraratsakul secara meyakinkan 21-16, 21-17. Ganda campuran Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin menutup pesta dengan kemenangan tiga gim melawan pasangan Thailand, menegaskan posisi China sebagai juara umum.

Sementara itu, Denmark mencuri perhatian dengan gelar ganda putra pertamanya di level Super 500 setelah Daniel Lundgaard dan Mads Vestergaard menundukkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin 21-16, 21-17. Kemenangan ini menambah daftar negara yang berhasil mengganggu dominasi tuan rumah.

Namun, sorotan tak hanya pada hasil pertandingan. Aaron Chia, andalan ganda putra Malaysia, terjerumus dalam frustrasi yang memuncak pada aksi membanting raket. Insiden ini memicu teguran keras dari pelatih Herry Iman Pierngadi (Herry IP), yang menilai perilaku Chia tidak pantas bagi pemain senior. “Aaron dan Wooi Yik harus belajar mengendalikan emosi,” ujar Herry IP dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Rekap final Malaysia Masters 2026 – Setelah dibuat senang anak didik Herry IP, tuan rumah nyesek lagi [titlebase] juga menyoroti kegagalan dua pasangan ganda putra lain yang dibina Herry IP. Junaidi Arif/Roy King Yap kalah dari Denmark dengan skor 19-21, 17-21, menambah deretan kekalahan yang menekan moral tim Malaysia.

Indonesia, yang biasanya menjadi pesaing kuat, hanya berhasil menembus perempat final melalui Jonatan Christie dan Moh. Zaki Ubaidillah, sebelum keduanya terhenti. Sementara Thailand hanya berhasil mengantongi satu gelar tunggal putri berkat Ratchanok Intanon yang menumpas Chen Yu Fei 21-17, 21-15.

Berikut rangkuman singkat hasil final:

  • Ganda Putri: Chen Fan Shu Tian/Luo Xu Min (China) mengalahkan Sayaka Hirota/Ayako Sakuramoto (Jepang).
  • Tunggal Putra: Li Shi Feng (China) mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand).
  • Ganda Campuran: Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin (China) mengalahkan Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai (Thailand).
  • Ganda Putra: Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard (Denmark) mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia).
  • Tunggal Putri: Ratchanok Intanon (Thailand) mengalahkan Chen Yu Fei (China).

Kesimpulannya, Malaysia Masters 2026 menjadi catatan pahit bagi publik tuan rumah. Kegagalan meraih satu gelar, ditambah sorotan pada perilaku Aaron Chia dan kritik Herry IP, menambah beban mental tim. Di sisi lain, China kembali mempertegas dominasinya, sementara Denmark mencatat prestasi penting pertamanya di level Super 500. Turnamen selanjutnya, Singapore Open 2026, akan menjadi ajang pembuktian bagi semua pihak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup