Arema FC Lepas Lucas Frigeri, Kenangan Final Piala Presiden 2024 yang Tak Terlupakan

Arema FC Lepas Lucas Frigeri, Kenangan Final Piala Presiden 2024 yang Tak Terlupakan

Plat MerahArema FC melepas Lucas Frigeri, ada satu kenangan sulit dilupakan [titlebase] yang masih membekas di benak Aremania sejak akhir musim 2025/2026. Keputusan resmi klub pada 26 Mei 2026 menandai berakhirnya kontrak dua musim sang kiper asal Brasil, yang berakhir pada 25 Mei 2026.

Selama dua tahun bersama Singo Edan, Lucas Frigeri menorehkan 59 penampilan di berbagai kompetisi, mulai dari Liga 1 hingga turnamen piala domestik. Penampilannya tidak hanya memberi rasa aman di bawah mistar, tetapi juga menambah kedalaman mental tim lewat kepemimpinan yang tenang. Banyak analis menilai bahwa kehadiran Frigeri menjadi faktor penting dalam stabilitas pertahanan Arema, terutama pada laga-laga krusial.

Momen paling ikonik dalam kariernya di Arema terjadi pada final Piala Presiden 2024 melawan Borneo FC. Laga yang berlangsung ketat harus diakhiri lewat adu penalti. Dalam tekanan tinggi, Lucas Frigeri melangkah sebagai penendang terakhir. Dengan ketenangan yang luar biasa, ia mengeksekusi tendangan penalti yang menentukan, memastikan Arema FC mengangkat trofi juara. Penyelamatan itu tidak hanya mengukir sejarah klub, tetapi juga menorehkan kenangan sulit dilupakan bagi seluruh pendukung.

Pengumuman perpisahan resmi disampaikan melalui akun Instagram pribadi Lucas Frigeri. Dalam caption singkat, ia menulis, “Sangat menyenangkan dapat membela Arema dan menjadi Aremania dalam satu musim. Terima kasih kepada semua staf dan rekan saya.” Pernyataan tersebut menegaskan rasa terima kasihnya kepada manajemen, pelatih, serta suporter yang selalu memberikan dukungan.

Reaksi Aremania pun mengalir deras di media sosial. Banyak yang mengingat kembali aksi-aksi penyelamatan gemilang Frigeri, terutama pada pertandingan melawan Persija Jakarta dan PSBS Biak. Namun, kenangan yang paling sering disebut adalah gol penalti penentu di final Piala Presiden 2024. Fans menamai momen tersebut sebagai “detik keabadian” yang akan selalu dikenang dalam sejarah klub.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, dalam konferensi pers menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. “Manajemen Arema FC mengucapkan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi besar yang telah diberikan Lucas Frigeri selama dua musim bersama tim,” ujar Yusrinal. Klub menegaskan bahwa perpisahan berlangsung dengan penuh penghormatan, dan berharap Frigeri menemukan kesuksesan di klub baru.

Kepergian Lucas Frigeri tidak berdiri sendiri. Pada 27 Mei 2026, Arema FC kembali kehilangan pemain asing, kali ini gelandang Brasil Valdeci Moreira mengumumkan perpisahan lewat Instagram. Valdeci, pencetak gol terakhir Arema di musim 2025/2026, juga mengungkapkan kebanggaannya atas kontribusinya dan mengucapkan terima kasih kepada Aremania. Kedua peristiwa ini menandai fase transisi skuad, di mana manajemen bertekad menyusun rencana cepat untuk memperkuat tim di musim depan.

Secara keseluruhan, Arema FC melepas Lucas Frigeri, ada satu kenangan sulit dilupakan [titlebase] yang terus hidup dalam ingatan suporter. Keberanian Frigeri dalam adu penalti final Piala Presiden 2024 menjadi simbol semangat juang klub. Meski kini ia melangkah ke babak baru, warisan yang ditinggalkannya akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi pemain muda dan pendukung setia Singo Edan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup