Kontroversi Moto3: Adrián Fernández Disanksi Berat, Leopard Racing Siap Banding

Kontroversi Moto3: Adrián Fernández Disanksi Berat, Leopard Racing Siap Banding

Plat Merah – Jakarta – Dunia balap Moto3 diguncang kontroversi setelah pembalap Spanyol, Adrián Fernández, dijatuhi sanksi berat oleh Panel Komisaris FIM. Pembalap berusia 22 tahun itu didiskualifikasi dari enam dari tujuh seri pertama musim 2026 karena dugaan manipulasi mesin. Timnya, Leopard Racing, dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Menurut keputusan yang diumumkan Jumat lalu, Adrián Fernández kehilangan seluruh poin yang diraih di Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Total 77 poin lenyap, menyisakan hanya 13 poin dari hasil finis keempat di Mugello. Alhasil, posisinya di klasemen anjlok dari peringkat ketiga ke posisi 19.

Investigasi bermula saat pabrikan mesin Honda meminta pelepasan segel mesin nomor 810 milik Adrián Fernández setelah Grand Prix Prancis. Petugas teknis menemukan segel kawat pada mesin tersebut tidak sesuai prosedur standar, dan label segel menunjukkan tanda-tanda manipulasi. Temuan serupa juga terdeteksi pada mesin nomor 811. Panel Komisaris menyimpulkan bahwa kedua mesin telah dibuka tanpa izin, melanggar aturan durabilitas mesin Moto3.

Namun, Leopard Racing dalam pernyataan resminya menolak keras tuduhan tersebut. “Tim dengan hormat tidak setuju dengan kesimpulan yang dicapai dan menegaskan bahwa mereka telah memulai semua prosedur yang tersedia untuk melindungi hak-hak mereka dan pembalap mereka,” bunyi pernyataan tim yang berbasis di Italia itu. Leopard menekankan bahwa inspeksi teknis pada empat mesin tidak menemukan komponen ilegal atau modifikasi yang meningkatkan performa. “Kontroversi ini hanya menyangkut interpretasi sistem penyegelan mesin,” tambah pernyataan tersebut.

Leopard juga menyoroti bahwa tidak ada perwakilan tim yang hadir saat inspeksi dilakukan, dan metodologi yang digunakan untuk menentukan pelanggaran dipertanyakan. Tim yang dipimpin Christian Lundberg ini sudah mengajukan banding dan siap membawa kasus ini ke Pengadilan Negeri Kanton Vaud, Swiss, jika diperlukan.

Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi karier Adrián Fernández yang sebelumnya tampil impresif dengan dua kali finis kedua di Spanyol dan Prancis. Meski demikian, tim tetap optimistis dapat membuktikan bahwa tidak ada niat curang. Dukungan dari sponsor dan penggemar pun terus mengalir.

Kontroversi ini menyoroti ketatnya regulasi teknis di Moto3, di mana penggunaan mesin yang disegel menjadi kunci untuk menjaga persaingan tetap adil. Namun, kasus ini juga mempertanyakan kejelasan prosedur inspeksi dan hak tim untuk hadir dalam pemeriksaan. Dengan banding yang sedang berlangsung, nasib Adrián Fernández dan Leopard Racing masih belum pasti. Yang jelas, dunia balap akan terus mengawal perkembangan kasus ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup