Monaco GP: Verstappen Mundur, Sainz Kecam Hulkenberg, dan Hamilton Bersinar di Tengah Kontroversi

Monaco GP: Verstappen Mundur, Sainz Kecam Hulkenberg, dan Hamilton Bersinar di Tengah Kontroversi

Plat Merah – Monaco GP 2026 menjadi salah satu balapan paling dramatis dalam sejarah Formula 1, dengan serangkaian insiden mulai dari mundurnya Max Verstappen, tabrakan antara Carlos Sainz dan Nico Hulkenberg, hingga enam penalti karena kecepatan pitlane yang berlebihan. Balapan yang digelar di sirkuit jalan raya Monte Carlo ini menyajikan aksi menegangkan sejak awal hingga akhir.

Max Verstappen, yang start dari posisi kedua setelah kualifikasi brilian, harus mengakhiri perlombaan lebih awal karena masalah pada power unit mobil Red Bull-nya. Tim Red Bull kemudian mengonfirmasi bahwa masalah telah teridentifikasi pada formation lap, dan unit daya Verstappen akan diganti untuk balapan berikutnya di Barcelona. Verstappen sendiri gagal mempertahankan posisinya saat start dan langsung tertinggal, sebelum akhirnya memarkir mobilnya di garasi pada akhir lap pertama. Insiden ini menjadi salah satu kejutan besar di Monaco GP tahun ini.

Sementara itu, tabrakan antara Carlos Sainz dan Nico Hulkenberg memicu kemarahan Sainz. Dalam restart setelah bendera merah, Hulkenberg mencoba menyalip Esteban Ocon di hairpin, tetapi justru mengenai roda kiri-belakang Sainz. Akibatnya, Sainz yang saat itu berada di posisi 10 terpaksa keluar dari balapan. Sainz mengecam tindakan Hulkenberg sebagai “keputusan bodoh” yang menghancurkan peluangnya untuk meraih poin. Hulkenberg kemudian mendapat penalti karena menyebabkan tabrakan.

Tak hanya itu, enam penalti harus diberikan kepada pembalap yang melanggar batas kecepatan pitlane. George Russell, Pierre Gasly (dua kali), Franco Colapinto, Lewis Hamilton, dan Oscar Piastri semuanya terkena penalti 5 detik karena melaju 0,1 km/jam di atas batas 60 km/jam. Tim-tim mereka mengklaim bahwa pembalap telah mematuhi batas kecepatan, tetapi tikungan di pintu masuk pitlane membuat pengukuran waktu tempuh menjadi sedikit lebih pendek, sehingga kecepatan rata-rata terhitung lebih tinggi.

Di sisi lain, Lewis Hamilton berhasil finis di posisi kedua dan naik podium. Ia mendapat dukungan dari Kim Kardashian yang hadir di paddock untuk pertama kalinya. Hamilton memuji dukungan Kardashian dan mengaku senang memiliki orang-orang terdekat yang mendukungnya. Ini menjadi momen manis di tengah kekacauan Monaco GP.

Selain itu, FIA baru saja mengumumkan hasil penilaian mesin untuk musim 2026, di mana Red Bull Powertrains dinilai memiliki mesin pembakaran internal terkuat, disusul Mercedes, Ferrari, Audi, dan Honda. Hasil ini membuka peluang pengembangan bagi pabrikan yang tertinggal, namun bagi Red Bull, hal ini berarti mereka tidak dapat melakukan upgrade mesin untuk sementara waktu.

Kesimpulannya, Monaco GP 2026 dipenuhi drama dan kontroversi, mulai dari masalah teknis, tabrakan, hingga penalti massal. Balapan ini membuktikan bahwa sirkuit Monte Carlo selalu menyajikan kejutan dan menuntut konsentrasi penuh dari setiap pembalap.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup