Dayah Ruhul Qurani Jalin Kerja Sama dengan Universitas Al‑Wasathiyah Yaman, Buka Peluang Pendidikan Internasional bagi Santri Aceh
Latar Belakang dan Tujuan Kerja Sama
Plat Merah – Pada Jumat, 24 Juli 2026, Aula Dayah Ruhul Qurani (RQ) Meulaboh menjadi saksi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Al‑Wasathiyah Republik Yaman. Kegiatan ini tidak sekadar simbolik; ia menandai langkah strategis dalam memperluas jaringan pendidikan Islam internasional, sekaligus memberi santri Aceh akses langsung ke jenjang pendidikan tinggi di luar negeri. Pendiri Dayah, Dr. (HC) H. T. Alaidin Syah menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menggabungkan tradisi Qurani yang kuat dengan standar akademik global, sehingga lulusan Dayah mampu bersaing di panggung internasional tanpa meninggalkan nilai‑nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Profil Singkat Kedua Institusi
- Dayah Ruhul Qurani Meulaboh: Didirikan pada tahun 1965, Dayah kini mengelola Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) berakreditasi A, dengan lebih dari 1.200 santri yang menempuh kurikulum berbasis Al‑Quran, bahasa Arab, serta mata pelajaran umum.
- Universitas Al‑Wasathiyah Republik Yaman: Universitas milik Kementerian Agama Yaman yang dikenal dengan program studi ilmu syariah, fiqh, dan pendidikan Islam modern. Memiliki jaringan kampus di Sana’a, Aden, dan beberapa kota kecil, serta kerjasama dengan lembaga pendidikan di Turki dan Malaysia.
Kronologi Acara Penandatanganan
- 08.00 – Registrasi peserta, termasuk dewan guru, santri, tokoh masyarakat, serta delegasi Universitas Al‑Wasathiyah.
- 09.00 – Sambutan Ketua Majelis Amanah Universitas Al‑Wasathiyah, Al‑Syaikh Al‑Habib Abdul Rooib Al Atos.
- 09.30 – Paparan sistem pendidikan dan peluang studi di Al‑Wasathiyah.
- 10.15 – Sambutan pendiri Dayah, Dr. (HC) H. T. Alaidin Syah, menjelaskan visi kerja sama.
- 10.45 – Penandatanganan MoU oleh Dr. Alaidin Syah dan Al‑Habib Abdul Rooib Al Atos.
- 11.00 – Diskusi terbuka tentang program beasiswa, pertukaran akademik, dan riset bersama.
- 12.00 – Sesi foto bersama dan penutup.
Rincian MoU: Program dan Komitmen Utama
| Bidang | Komitmen Dayah Ruhul Qurani | Komitmen Universitas Al‑Wasathiyah |
|---|---|---|
| Beasiswa | Menyediakan 20 beasiswa penuh bagi santri terpilih setiap tahun. | Menerima mahasiswa tamu, menanggung biaya kuliah serta akomodasi di Yaman. |
| Pertukaran Dosen | Mengirim 3 dosen Dayah ke Yaman untuk mengajar mata kuliah Al‑Quran. | Mengirim 2 profesor Al‑Wasathiyah ke Dayah untuk kuliah tamu dan pelatihan metodologi pengajaran. |
| Riset Bersama | Fokus pada kajian tafsir kontemporer dan penerapan teknologi dalam pembelajaran Al‑Quran. | Menyediakan laboratorium digital dan akses jurnal internasional. |
Analisis Dampak bagi Santri dan Masyarakat Aceh
Kerja sama ini diproyeksikan menghasilkan tiga lapisan dampak utama. Pertama, kualitas pendidikan santri akan terangkat melalui eksposur pada metodologi pengajaran modern, fasilitas laboratorium digital, serta standar akademik internasional. Kedua, ekonomi lokal berpotensi meningkat karena peningkatan mobilitas mahasiswa, kebutuhan akomodasi, serta peluang kerja bagi tenaga pendidik yang terlibat dalam program pertukaran. Ketiga, hubungan bilateral antara Indonesia dan Yaman dalam bidang pendidikan Islam akan menguat, membuka pintu bagi kerja sama lintas sektor lain seperti kesehatan dan kebudayaan.
Manfaat Langsung Bagi Santri
- Kesempatan melanjutkan studi S1 di universitas berakreditasi internasional tanpa harus melewati proses seleksi yang rumit di dalam negeri.
- Beasiswa penuh menurunkan beban finansial keluarga, terutama bagi santri dari daerah terpencil.
- Pengalaman hidup di lingkungan multikultural Yaman memperluas wawasan sosial‑kultural dan meningkatkan kemampuan bahasa Arab.
Implikasi bagi Pemerintah Daerah
Pemerintah Aceh Barat dapat memanfaatkan program ini sebagai contoh model kolaborasi pendidikan yang dapat direplikasi di lembaga keagamaan lainnya. Dukungan kebijakan, seperti penyediaan transportasi khusus dan pengakuan kredit akademik, akan memperlancar alur pendidikan lintas negara.
Tantangan yang Perlu Dihadapi
Meskipun prospek cerah, terdapat beberapa tantangan yang harus diantisipasi. Kondisi keamanan di Yaman yang masih fluktuatif menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, Dayah berkomitmen menyusun prosedur evakuasi dan kerja sama dengan KBRI serta lembaga bantuan internasional. Selain itu, perbedaan kurikulum dan standar akreditasi memerlukan penyesuaian kurikulum domestik agar kredit yang diperoleh di Yaman dapat diakui secara resmi di Indonesia.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Dr. Alaidin Syah menegaskan, “MoU ini bukan sekadar kertas. Kami akan meluncurkan program beasiswa pertama pada Januari 2027, sekaligus membuka portal daring untuk pendaftaran dan seleksi.” Di sisi lain, Al‑Habib Abdul Rooib Al Atos menambahkan bahwa universitasnya akan menyelenggarakan webinar bulanan bagi santri Dayah untuk memperkenalkan mata kuliah dan budaya akademik Yaman.
Dengan landasan visi bersama untuk menghasilkan generasi Qurani yang berilmu luas, kerja sama ini diharapkan menjadi katalisator perubahan dalam pendidikan Islam di Aceh. Lebih dari sekadar pertukaran pelajar, kolaborasi ini menandai era baru di mana ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai spiritual berjalan beriringan, menyiapkan santri untuk berkontribusi pada pembangunan lokal, nasional, bahkan global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













