Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Kenalkan Dunia Penerbangan kepada Pelajar Melalui Program InJourney Community Care

Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Kenalkan Dunia Penerbangan kepada Pelajar Melalui Program InJourney Community Care

Pengantar: Hari Anak Nasional 2026 menjadi panggung edukasi penerbangan

Plat Merah – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-26, Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin di Belitung meluncurkan program InJourney Community Care pada Kamis, 23 Juli 2026. Acara ini mengundang puluhan siswa dari SDN 5 dan SMPN 1 Tanjungpandan untuk menyelami ekosistem bandara, memperkenalkan beragam profesi, serta merasakan alur lengkap proses keberangkatan penumpang. Inisiatif ini tidak hanya sekadar kunjungan lapangan, melainkan upaya strategis mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman dan aspirasi di bidang kebandarudaraan.

Latar Belakang dan Tujuan Program

General Manager Bandara, Tri Yudi Anshary, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap tumbuh kembang anak serta bagian dari tanggung jawab sosial korporat (CSR). “Hari Anak Nasional memberi kami momentum untuk menanamkan pengetahuan dan inspirasi sejak dini, sehingga anak‑anak dapat melihat peluang karier yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya,” ujarnya.

Program InJourney Community Care dirancang dengan tiga tujuan utama:

  • Memberikan edukasi praktis tentang operasional bandara kepada siswa usia 7‑15 tahun.
  • Mengenalkan beragam profesi di sektor aviasi, mulai dari layanan penumpang hingga keamanan dan pemadam kebakaran.
  • Menumbuhkan rasa kebanggaan lokal dan motivasi untuk berkontribusi pada pengembangan infrastruktur transportasi Indonesia.

Rangkaian Kegiatan pada 23 Juli 2026

WaktuKegiatan
08:30‑09:00Pendaftaran dan penyambutan peserta di aula utama
09:00‑09:30Perkenalan singkat oleh Tri Yudi Anshary dan penjelasan agenda
09:30‑10:30Tur keliling area operasional: apron, menara kontrol, dan hanggar
10:30‑11:15Sesi interaktif dengan petugas Customer Service, Avsec, dan Ground Handling
11:15‑12:00Simulasi alur keberangkatan: check‑in, security, boarding lounge
12:00‑12:30Kunjungan ke Fire Station dan demonstrasi pemadam kebakaran
12:30‑13:00Kuis kebandarudaraan dan pembagian souvenir

Pengalaman Langsung: Dari Check‑In hingga Fire Station

Siswa-siswa pertama kali diarahkan ke loket check‑in, di mana mereka belajar cara mengisi boarding pass, menimbang bagasi, dan memahami pentingnya prosedur keamanan. Selanjutnya, mereka mengikuti prosedur pemeriksaan keamanan (Avsec) yang menekankan pada deteksi barang terlarang dan perlindungan keselamatan penerbangan.

Di ruang tunggu keberangkatan, peserta diajak melihat proses boarding, termasuk koordinasi antara petugas ground handling dan pilot. Kunjungan ke Fire Station menjadi puncak acara; para siswa menyaksikan demonstrasi pemadaman simulasi kebakaran pesawat, memperkuat kesadaran akan peran vital petugas pemadam kebakaran bandara.

Profesi yang Diperkenalkan

  1. Customer Service: menanggapi kebutuhan penumpang, mengelola keluhan, dan memastikan proses check‑in berjalan lancar.
  2. Aviation Security (Avsec): melakukan screening penumpang dan barang, serta menjaga keamanan wilayah bandara.
  3. Ground Handling: mengatur pergerakan bagasi, kargo, serta memastikan pesawat siap lepas landas.
  4. Air Traffic Control (ATC): mengendalikan lalu lintas udara, menjamin jarak aman antar pesawat.
  5. Fire & Rescue: menangani situasi darurat, termasuk kebakaran pesawat dan evakuasi.
  6. Maintenance Engineer: memelihara peralatan navigasi dan infrastruktur teknis bandara.

Dampak dan Implikasi Jangka Pendek

Setelah acara, sebagian besar siswa mengaku merasa lebih tertarik pada bidang aviasi. Guru pendamping menyatakan bahwa kunjungan ini meningkatkan motivasi belajar, terutama dalam mata pelajaran IPA dan matematika yang relevan dengan konsep aerodinamika dan perhitungan logistik.

Di sisi komunitas, kegiatan ini menumbuhkan rasa memiliki terhadap bandara sebagai aset strategis daerah. Hal ini berpotensi meningkatkan dukungan publik terhadap proyek pengembangan infrastruktur selanjutnya, seperti perluasan landasan pacu yang direncanakan pada 2028.

Implikasi Jangka Panjang bagi Industri dan Pemerintah

Jika program serupa diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan regional, potensi terciptanya aliran talenta lokal ke industri penerbangan akan meningkat. Pemerintah dapat memanfaatkan data partisipasi ini sebagai dasar untuk memperluas skema beasiswa teknik penerbangan di perguruan tinggi negeri.

Selain itu, keberhasilan InJourney Community Care menjadi contoh best practice bagi bandara lain di Indonesia, menegaskan peran CSR dalam pembangunan sumber daya manusia. Dalam konteks kebijakan nasional “Visi Indonesia 2045”, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor transportasi dianggap krusial untuk mencapai daya saing global.

Reaksi Masyarakat dan Media

Berita acara ini mendapat sorotan positif di media lokal dan nasional. Beberapa kolom editorial menyoroti pentingnya mengaitkan pendidikan formal dengan pengalaman praktis, terutama di daerah kepulauan yang masih relatif terisolasi. Warga Tanjungpandan mengungkapkan kebanggaan mereka karena bandara setempat tidak hanya menjadi pintu masuk wisata, melainkan juga pusat pembelajaran.

Harapan Kedepan: Menyongsong Generasi Penerbang Selanjutnya

Tri Yudi Anshary menutup acara dengan harapan bahwa kunjungan ini menjadi “bekal berharga” bagi para siswa. Ia menekankan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari pengalaman sederhana, seperti menatap pesawat lepas landas dan bertanya, “Bagaimana kalau saya menjadi bagian dari itu?”

Dengan menanamkan rasa ingin tahu dan memberikan gambaran nyata tentang karier di dunia penerbangan, Bandara H.A.S. Hanandjoeddin tidak hanya merayakan Hari Anak Nasional, melainkan juga menyiapkan generasi unggul yang akan mengangkat Indonesia ke ketinggian baru dalam industri aviasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup