Hakim Ziyech Absen di Piala Dunia 2026, Frank Lampard Siapkan Gebrakan Transfer

Hakim Ziyech Absen di Piala Dunia 2026, Frank Lampard Siapkan Gebrakan Transfer

Plat MerahHakim Ziyech, bintang sepak bola Maroko yang namanya melambung setelah membawa negaranya ke semifinal Piala Dunia 2022, harus menepi dari panggung Piala Dunia 2026. Pemain berusia 33 tahun yang kini membela Wydad AC itu tidak masuk dalam skuad Maroko untuk turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat. Absennya Hakim Ziyech menjadi sorotan, terutama saat Maroko menghadapi Brasil di laga perdana Grup C. Rekan setimnya, Achraf Hakimi, justru mencetak rekor baru sebagai pemain Afrika dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia (11 pertandingan), melampaui catatan Hakim Ziyech yang sebelumnya memegang rekor dengan 10 penampilan.

Ketiadaan Hakim Ziyech di Timnas Maroko bukanlah hal baru. Sejak tahun 2024, ia tidak lagi dipanggil oleh pelatih Walid Regragui karena masalah kebugaran. Meski begitu, kontribusinya untuk Maroko tetap diakui: 25 gol dan 12 assist dalam 64 penampilan. Di level klub, Hakim Ziyech juga menjadi topik hangat di Inggris. Pelatih Coventry City, Frank Lampard, dikabarkan mulai melirik pemain yang pernah dilatihnya di Chelsea itu untuk memperkuat timnya di Premier League musim depan.

Frank Lampard, yang sukses membawa Coventry City promosi ke Premier League setelah 25 tahun, tengah mempersiapkan diri untuk bursa transfer. Dengan anggaran terbatas—hanya menghabiskan £15,5 juta sejak November 2024—Lampard harus pintar berbelanja. Pengalamannya di Chelsea dan Everton menunjukkan kemampuan memilih pemain yang tepat. Dari 18 pemain yang direkrutnya di Premier League, beberapa sukses seperti kiper Edouard Mendy (£20,7 juta dari Rennes) yang menjadi pilar saat Chelsea juara Liga Champions 2020/21. Namun, ada juga yang gagal total.

Kembali ke Hakim Ziyech, perannya di Chelsea di bawah asuhan Lampard cukup kontroversial. Didatangkan dari Ajax pada 2020 dengan harga sekitar £36 juta, ia tampil impresif di awal dengan 8 gol dan 6 assist di musim perdananya. Namun, cedera dan inkonsistensi membuatnya kehilangan tempat. Lampard, yang saat itu menjadi pelatih, sempat memanfaatkan kreativitas Hakim Ziyech di sayap kanan. Kini, dengan statusnya sebagai pemain bebas transfer (kontraknya di Chelsea habis dan kembali ke Wydad), bukan tidak mungkin Lampard kembali meminangnya.

Coventry City sendiri tengah dalam misi ambisius. Laporan menyebutkan mereka siap menggelontorkan £20 juta untuk kiper Carl Rushworth. Jika Lampard bisa mendatangkan Hakim Ziyech dengan harga murah atau gratis, itu akan menjadi gebrakan. Namun, usia dan kondisi fisik Ziyech menjadi pertimbangan. Di sisi lain, Piala Dunia 2026 berjalan tanpa Hakim Ziyech. Maroko, yang sekarang dipimpin oleh bek tangguh seperti Hakimi, tetap menjadi ancaman di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Absennya Hakim Ziyech justru memberi kesempatan bagi pemain muda untuk bersinar.

Kesimpulannya, Hakim Ziyech mungkin sudah tidak lagi menjadi bintang di panggung internasional, namun namanya masih relevan di level klub. Frank Lampard, yang pernah bekerja sama dengannya, bisa menjadi kunci kebangkitan sang pemain. Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, kisah Hakim Ziyech dan Coventry City menjadi salah satu narasi menarik yang patut diikuti.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup