Kisah di Balik Gagalnya Joshua Kimmich ke PSG: Tawaran Fantastis hingga Keputusan Besar Bertahan di Bayern

Kisah di Balik Gagalnya Joshua Kimmich ke PSG: Tawaran Fantastis hingga Keputusan Besar Bertahan di Bayern

Plat MerahJoshua Kimmich, gelandang andalan Bayern Munich dan kapten timnas Jerman, akhirnya buka suara mengenai kegagalan kepindahannya ke Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas 2024. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Kimmich mengungkap detail mengejutkan di balik tawaran yang hampir membuatnya hengkang dari Allianz Arena.

Dalam film dokumenter yang ditayangkan ZDF, Kimmich mengakui bahwa PSG sangat serius menginginkan jasanya. Ia bahkan telah berbicara langsung dengan direktur olahraga Luis Campos dan pelatih Luis Enrique. “Mereka melakukan pekerjaan luar biasa dan memberi saya kesan bahwa mereka sangat menginginkan saya. Wajar jika Anda mulai memikirkannya,” ujar pemain berusia 31 tahun itu. Tawaran finansial yang diajukan pun disebutnya “luar biasa” dan “sangat menggiurkan”.

Namun, momen krusial terjadi ketika PSG berhasil memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya. “Sebenarnya, saat Paris Saint-Germain memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya, saya sudah memutuskan untuk tetap di Bayern Munich. Bagi saya, itu seperti konfirmasi bahwa saya telah mengambil keputusan yang tepat,” ungkap Kimmich. Salah satu motivasi utamanya pindah adalah menjadi bagian dari sejarah PSG sebagai klub pertama yang meraih trofi Si Kuping Besar. Ketika motivasi itu memudar, keputusannya pun semakin mantap.

Kimmich juga menceritakan bahwa istrinya, Lisa, telah mencari sekolah untuk keempat anak mereka dan kawasan tempat tinggal di Paris. Namun, faktor penentu adalah kedatangan pelatih Vincent Kompany pada musim panas 2024. “Saya belum pernah merasakan kepercayaan sebesar ini sebelumnya,” tegas Kimmich. Di bawah asuhan Kompany, ia menjadi poros utama tim dan berhasil meraih gelar juara Bundesliga 2025 serta double winner 2026.

Sementara itu, di ajang Piala Dunia 2026, Joshua Kimmich kembali menunjukkan kualitasnya. Dalam laga pembuka Grup E melawan Curacao, Jerman menang telak 7-1 di Houston Stadium. Kimmich menjadi aktor penting dengan memberikan dua assist, termasuk umpan brilian kepada Jamal Musiala yang kemudian mencetak gol. “Kimmich adalah pemain yang luar biasa. Visinya dan kemampuannya membaca permainan sangat penting bagi kami,” puji pelatih Julian Nagelsmann setelah pertandingan.

Keputusan Joshua Kimmich untuk bertahan di Bayern Munich kini terbukti tepat. Ia tidak hanya menjadi pemain kunci di level klub, tetapi juga tetap menjadi tulang punggung timnas Jerman. Dengan kontrak baru hingga 2029, Kimmich siap melanjutkan legasinya di Bayern. “Saya sangat tenang dengan keputusan saya. Ini adalah perasaan yang luar biasa,” pungkasnya.

Kisah Joshua Kimmich menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana nilai loyalitas dan kepercayaan bisa mengalahkan godaan finansial. Di tengah maraknya perpindahan pemain, Kimmich memilih untuk tetap setia pada klub yang membesarkan namanya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup