Mikel Oyarzabal Ciptakan Rekor Tak Diinginkan Saat Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde

Mikel Oyarzabal Ciptakan Rekor Tak Diinginkan Saat Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde

Plat Merah – Mikel Oyarzabal, penyerang andalan Timnas Spanyol, mencuri perhatian dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 dengan cara yang tidak biasa. Ia mencatatkan rekor unik namun memalukan: menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang tidak menyentuh bola selama 30 menit pertama pertandingan. Kejadian ini terjadi saat Spanyol ditahan imbang 0-0 oleh debutan Tanjung Verde di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Senin (15/6/2026) waktu setempat.

Pertandingan yang berlangsung di hadapan puluhan ribu penonton itu menjadi mimpi buruk bagi Spanyol. Sebagai juara Eropa dan salah satu favorit juara, La Roja mendominasi penguasaan bola namun gagal memecah kebuntuan. Mikel Oyarzabal, yang menjadi ujung tombak serangan, justru tidak terlibat dalam permainan selama setengah jam awal. Data statistik menunjukkan ia tidak melakukan satu pun sentuhan bola, baik umpan, tembakan, maupun duel.

Rekor negatif Mikel Oyarzabal ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Padahal, pemain berusia 29 tahun itu memiliki reputasi sebagai salah satu penyerang paling produktif Spanyol dengan 25 gol dari 54 penampilan internasional. Namun, pada laga tersebut ia gagal menunjukkan ketajamannya. Pelatih Luis de la Fuente tetap mempertahankannya di lapangan hingga menit ke-60 sebelum akhirnya digantikan.

Kegagalan Spanyol mengonversi peluang menjadi gol juga tidak lepas dari performa gemilang kiper Tanjung Verde, Vozinha. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan Mikel Oyarzabal pada menit ke-39. Sepanjang pertandingan, Spanyol melepaskan 15 tembakan, namun hanya 4 yang mengarah ke gawang. Tanjung Verde, yang berada di peringkat 67 dunia, bermain disiplin dan hampir tidak memberi ruang bagi lini depan Spanyol.

Mikel Oyarzabal bukan satu-satunya pemain yang tampil mengecewakan. Lamine Yamal dan Nico Williams, yang diharapkan menjadi pembeda, baru dimasukkan di babak kedua setelah pulih dari cedera. Kehadiran mereka sempat meningkatkan intensitas serangan, namun tetap tidak mampu menjebol gawang lawan. Hasil imbang ini membuat Spanyol harus waspada, mengingat mereka masih harus menghadapi Arab Saudi dan Uruguay di sisa laga grup.

Di sisi lain, Tanjung Verde merayakan hasil ini sebagai sebuah prestasi bersejarah. Bek mereka, Roberto Lopes, mengaku sempat ingin menukar jersey dengan Mikel Oyarzabal setelah pertandingan, namun gagal karena rekan setimnya lebih dulu mengambilnya. “Itu jersey Piala Dunia pertamaku, jadi aku senang tidak menukarnya,” ujar Lopes.

Meskipun mencatat rekor buruk, Mikel Oyarzabal tetap diharapkan menjadi andalan Spanyol di laga-laga berikutnya. Rekam jejaknya yang impresif bersama klub dan tim nasional membuat pelatih masih percaya padanya. Namun, tekanan kini semakin besar setelah hasil imbang ini mengingatkan kembali pada kegagalan Spanyol di turnamen sebelumnya, di mana mereka tidak pernah memenangkan laga knockout sejak juara 2010.

Pertandingan selanjutnya di Grup H akan menjadi penentu. Spanyol harus segera bangkit jika ingin lolos ke babak 32 besar. Sementara itu, Mikel Oyarzabal perlu segera melupakan rekor memalukannya dan kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang kelas dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup