Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II, Berdampak ke BBM

Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II, Berdampak ke BBM

PlatMerah.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa situasi geopolitik global masih sangat rawan, dengan konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih lama dibandingkan Perang Dunia II. Konflik ini dinilai berdampak langsung terhadap harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM) dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 3 Juli 2026. Sejak awal pemerintahannya, Prabowo mengaku telah mengingatkan berbagai pihak mengenai potensi gejolak global.

Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Prabowo menyoroti durasi perang Rusia-Ukraina yang menurutnya telah melampaui durasi Perang Dunia II. “Perang besar ini di Ukraina sudah lebih lama dari Perang Dunia Pertama. Mungkin akan lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Perang Dunia II berlangsung sekitar lima tahun, dimulai September 1939 hingga pertengahan Mei 1945. Sementara itu, perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada 2022 kini telah memasuki tahun keenam. “Perang Dunia Kedua mulai September 1939… habis pertengahan Mei 1945. Jadi lima tahun atau empat tahun setengah. Perang Ukraina mulai tahun 2022, 2023, 2024, 2025, sudah masuk 2026. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga,” tutur Prabowo.

Dampak terhadap Pangan dan BBM

Menurut Prabowo, konflik yang berkepanjangan ini telah memakan jutaan korban dan berdampak signifikan terhadap perekonomian global. “Kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh ke mana-mana, kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya,” tandasnya.

Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran pemerintah terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Sebelumnya, pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak konflik terhadap harga energi dan pangan dalam negeri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup