FIFA Dicemooh Usai Berikan Hadiah Istimewa sebagai Penghormatan kepada Ikon Piala Dunia

FIFA Dicemooh Usai Berikan Hadiah Istimewa sebagai Penghormatan kepada Ikon Piala Dunia

Plat Merah – FIFA dicemooh usai berikan hadiah istimewa sebagai penghormatan kepada ikon Piala Dunia, menyusul kontroversi yang melanda turnamen Piala Dunia 2026. Keputusan badan sepak bola dunia itu untuk mengubah tampilan trofi Man of the Match bagi pemain Muslim menuai kritik tajam, terutama dari kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, yang menyebut penyelenggaraan turnamen ini tidak adil.

Dalam pernyataannya kepada The Athletic, Taremi meluapkan kekesalannya terhadap FIFA dan presidennya, Gianni Infantino. Ia menilai turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini kacau balau. “Ini adalah Piala Dunia yang kacau; sebuah bencana,” ujarnya. Masalah administratif seperti pengurusan visa yang berlarut-larut membuat 11 pejabat senior tim Iran tidak bisa bergabung dengan skuad. Akibatnya, para pemain harus bolak-balik antara markas mereka di Tijuana, Meksiko, dan lokasi pertandingan di AS.

FIFA dicemooh usai berikan hadiah istimewa sebagai penghormatan kepada ikon Piala Dunia, yaitu dengan menghilangkan logo sponsor bir Michelob ULTRA pada trofi Superior Player of the Match untuk delapan pemain Muslim. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Islam yang melarang alkohol. Namun, banyak yang menganggap kebijakan ini hanya basa-basi di tengah masalah logistik yang lebih besar.

Kebijakan tersebut diterapkan pada pemain seperti Ismael Saibari (Maroko), Emam Ashour (Mesir), Ali Olwan (Yordania), Ramin Rezaeian (Iran), dan Mahmoud Abunada (Qatar). Juru bicara FIFA menyatakan bahwa trofi tanpa merek tersedia berdasarkan permintaan pemain yang terpilih. Meski demikian, kritik tetap mengalir karena FIFA dianggap lebih fokus pada citra daripada menyelesaikan masalah fundamental seperti visa dan akomodasi.

FIFA dicemooh usai berikan hadiah istimewa sebagai penghormatan kepada ikon Piala Dunia, namun ironisnya, di saat yang sama, tim-tim seperti Iran justru mengalami diskriminasi logistik. Taremi menegaskan bahwa janji-janji Infantino setelah laga pembuka melawan Selandia Baru tidak pernah ditepati. Situasi ini membuat perjuangan Iran di lapangan menjadi semakin berat.

Penghargaan Man of the Match sendiri merupakan salah satu ikon Piala Dunia yang selalu dinanti. Dengan 104 penghargaan yang akan diberikan sepanjang turnamen, FIFA berusaha menjaga netralitas dengan menyesuaikan presentasi bagi pemain yang memiliki keyakinan tertentu. Namun, langkah ini tidak cukup untuk meredam kemarahan para kritikus.

Di tengah sorotan tajam, FIFA dicemooh usai berikan hadiah istimewa sebagai penghormatan kepada ikon Piala Dunia, sementara masalah mendasar seperti keadilan penyelenggaraan masih menjadi pekerjaan rumah. Publik menantikan langkah konkret FIFA untuk memperbaiki manajemen turnamen, bukan sekadar perubahan kosmetik pada seremoni penghargaan.

Kesimpulannya, kontroversi ini menunjukkan bahwa FIFA perlu lebih serius dalam menangani keluhan peserta, terutama yang berkaitan dengan logistik dan administrasi. Penghormatan terhadap budaya dan agama memang penting, tetapi tidak boleh menjadi pengalih perhatian dari masalah utama yang dihadapi tim-tim seperti Iran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup