Mandiri Ampera Tourism Run 2026 Dorong Sport Tourism dan Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan

Mandiri Ampera Tourism Run 2026 Dorong Sport Tourism dan Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan

Peluncuran Mandiri Ampera Tourism Run 2026: Lebih dari Sekadar Lomba Lari

Plat Merah – Pada Minggu, 28 Juni 2026, halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang menjadi saksi terselenggaranya Mandiri Ampera Tourism Run 2026. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perlombaan jarak pendek, melainkan platform strategis untuk memperkuat sport tourism sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Latar Belakang dan Tujuan

Olahraga lari dipilih karena sifatnya yang inklusif; semua kalangan, dari pelajar hingga profesional, dapat berpartisipasi. Pemerintah provinsi memanfaatkan hal ini sebagai cara efektif menumbuhkan budaya hidup sehat sekaligus menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Dalam pidatonya, Herman Deru menekankan tiga pilar utama:

  • Promosi kesehatan masyarakat
  • Peningkatan kunjungan wisatawan
  • Dukungan pada UMKM lokal

Data Kuantitatif Acara

KategoriJumlah PesertaAsal DaerahPendapatan (juta IDR)
10K1,85030 provinsi + 5 negara210
21K62012 provinsi + 2 negara95
Total2,470305

Multiplier Effect: Dampak Ekonomi Berlapis

Menurut analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, setiap peserta lari menghasilkan rata‑rata IDR 123.000 pengeluaran langsung pada sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan produk UMKM. Dengan total peserta 2,470 orang, estimasi nilai tambah ekonomi mencapai sekitar 304 miliar IDR hanya dalam satu hari.

Berikut rincian perkiraan kontribusi per sektor:

  • Akomodasi: 40% (≈ 121 miliar IDR)
  • Kuliner: 25% (≈ 76 miliar IDR)
  • Transportasi lokal: 15% (≈ 46 miliar IDR)
  • Produk UMKM (kerajinan, souvenir, pakaian olahraga): 20% (≈ 61 miliar IDR)

Palembang sebagai Kota Olahraga Internasional

Palembang tidak baru dalam menyelenggarakan event berskala besar. Sejak Asian Games 2018, kota ini telah menambah infrastruktur seperti Stadion Gelora Sriwijaya, Arena Olahraga Indoor, dan jalur sepeda kota. Pengalaman tersebut menjadi modal strategis bagi Gubernur Deru untuk mengusulkan event lari bertaraf internasional, sebanding dengan Marathon Borobudur yang kini menjadi agenda tahunan.

“Kita sudah banyak melaksanakan berbagai event olahraga. Bukan tidak mungkin ke depan Palembang juga bisa menjadi tuan rumah event lari internasional seperti yang digelar di Borobudur,” ujar Herman Deru. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini memerlukan sinergi antara pemerintah, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sponsor.

Peran Sponsor dan Kolaborator

Bank Mandiri berperan sebagai sponsor utama, menyediakan dana operasional, peralatan, dan hadiah. Selain itu, sejumlah institusi turut berkontribusi:

  1. Pemerintah Kota Palembang – logistik, keamanan, dan perizinan.
  2. Jasa Muda Intelijen Reda Manthovani – pendukung keamanan dan koordinasi.
  3. Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan – dukungan hukum dan kepatuhan.
  4. Asosiasi UMKM Sumsel – penyediaan stan produk lokal.

Perspektif Masyarakat dan Pelaku UMKM

Para pedagang kaki lima di sekitar museum melaporkan peningkatan penjualan hingga 70% pada hari lomba. Warung kopi “Kopi Ampera” mencatat penjualan kopi meningkat tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. “Kami biasanya melayani pengunjung museum, tetapi hari ini ada ribuan pelari yang mampir, jadi omzet kami melonjak,” kata pemiliknya, Siti Nurhaliza.

Selain aspek ekonomi, lomba ini meningkatkan rasa kebanggaan warga terhadap kota mereka. Survei singkat yang dilakukan oleh Universitas Sriwijaya menunjukkan 68% responden merasa lebih terhubung dengan identitas Palembang setelah mengikuti atau menonton acara tersebut.

Rencana Ke depan: Menjadikan Palembang Kota Lari Internasional

Gubernur Deru menargetkan tiga langkah strategis untuk menjadikan Palembang destinasi lari internasional dalam lima tahun ke depan:

  • Pengembangan lintasan standar IAAF di kawasan taman kota.
  • Kerjasama dengan federasi lari Asia untuk memasukkan Palembang dalam kalender maraton regional.
  • Peningkatan fasilitas akomodasi kelas menengah ke atas yang mendukung kebutuhan atlet asing.

Jika semua langkah ini terimplementasi, diproyeksikan bahwa jumlah wisatawan olahraga akan meningkat 35% pada 2030, memberi dampak positif pada pendapatan daerah serta brand image Sumatera Selatan di kancah internasional.

Penutup: Semangat Lari, Semangat Pembangunan

Mandiri Ampera Tourism Run 2026 membuktikan bahwa satu event olahraga dapat menjadi mesin penggerak multipel: kesehatan masyarakat, promosi pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi. Seperti yang disampaikan Herman Deru, “Jangan pernah lari dari kenyataan, tetaplah bahagia.” Peserta yang berlari 10K maupun 21K tidak hanya menempuh jarak fisik, tetapi juga menapaki jalur perkembangan Sumatera Selatan menuju masa depan yang lebih sehat dan makmur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup