Drama Injury Time: Stephen Eustaquio Bawa Kanada Taklukkan Afrika Selatan di 32 Besar Piala Dunia 2026
Plat Merah – Pertandingan Afrika Selatan vs Kanada di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang tak terlupakan. Bertempat di Los Angeles Stadium, Senin (29/6) dini hari WIB, Kanada berhasil menang tipis 1-0 berkat gol tunggal Stephen Eustaquio pada menit ke-92. Gol tersebut tidak hanya memastikan langkah Kanada ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah tim putra, tetapi juga menjadi momen emosional bagi sang gelandang.
Sepanjang pertandingan, Afrika Selatan vs Kanada berjalan sengit. Kanada yang didukung oleh basis penggemar besar, harus bermain di Amerika Serikat karena bagan turnamen. Meski di atas kertas lebih diunggulkan, Kanada kesulitan menembus pertahanan rapat Afrika Selatan. Pelatih Jesse Marsch melakukan sejumlah pergantian pemain untuk mencari celah, namun hingga waktu normal habis skor masih 0-0.
Memasuki injury time babak kedua, ketika banyak yang menduga laga akan berlanjut ke babak tambahan, Stephen Eustaquio muncul sebagai pahlawan. Ia memanfaatkan bola liar hasil sapuan pemain Afrika Selatan di luar kotak penalti. Dengan kontrol dada yang sempurna, Eustaquio melepaskan sepakan voli keras yang menghujam sudut bawah gawang Ronwen Williams. Stadion Los Angeles pun bergemuruh.
“Saya tidak melihat waktu pertandingan. Saat saya mencetak gol, saya tahu pertandingan hampir berakhir,” ujar Eustaquio usai laga. Ia juga mengungkapkan rahasia gol tersebut: “Saat saya menendang, saya merasa semua pemain ikut menendang bersama saya. Semua orang memberikan kekuatan kepada tendangan itu.”
Momen kemenangan Afrika Selatan vs Kanada ini terasa semakin emosional setelah Eustaquio mengenang kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia. Sang ibu, Esmeralda, meninggal akibat kanker otak pada 2023, diikuti sang ayah, Armando, yang wafat karena serangan jantung setahun kemudian. “Semua yang saya lakukan adalah untuk keluarga saya, untuk kedua orang tua saya, untuk kekasih saya, untuk putri saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Pelatih Jesse Marsch pun memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, tidak ada pemain yang lebih pantas mendapatkan momen tersebut selain Eustaquio. Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Kanada yang untuk pertama kalinya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia putra.
Dengan hasil ini, Kanada melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang antara Belanda melawan Maroko. Sementara itu, bagi Afrika Selatan, kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Pertandingan Afrika Selatan vs Kanada akan dikenang sebagai salah satu laga dramatis di edisi kali ini.
Secara statistik, Kanada tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 62% dan melepaskan 15 tembakan (5 tepat sasaran), sedangkan Afrika Selatan hanya 3 tembakan (1 tepat sasaran). Namun, kegigihan Afrika Selatan hampir membawa mereka ke babak tambahan. Sayang, satu momen ketidakdisiplinan membuat mereka harus pulang.
Kemenangan ini juga menjadi bukti perkembangan sepak bola Kanada yang terus meningkat. Dengan skuad yang dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Alphonso Davies dan Jonathan David, Kanada optimis bisa melangkah lebih jauh. Namun, mereka harus waspada karena lawan di babak 16 besar akan lebih berat.
Pertandingan Afrika Selatan vs Kanada juga menarik perhatian karena menjadi laga pertama di babak gugur yang berakhir dramatis. Para penggemar sepak bola di Indonesia pun bisa menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2026 melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport, serta platform streaming MAXStream dan Fola Play.
Kesimpulannya, pertandingan Afrika Selatan vs Kanada menyajikan drama, emosi, dan sejarah. Stephen Eustaquio menjadi pahlawan dengan gol voli injury time yang tidak hanya membawa kemenangan, tetapi juga menjadi persembahan istimewa untuk mendiang orang tuanya. Kanada kini melangkah ke babak 16 besar, sementara Afrika Selatan harus mengakui keunggulan lawan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










