Kontroversi Waldemar Anton: Blokir Kiper yang Hancurkan Mimpi Jerman di Piala Dunia 2026
Plat Merah – Mimpi Jerman untuk melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 harus kandas secara tragis setelah kekalahan adu penalti 4-3 dari Paraguay di Boston. Namun, kekalahan tersebut tidak lepas dari kontroversi keputusan VAR yang menganulir gol Jonathan Tah pada menit ke-102 perpanjangan waktu. Insiden ini berpusat pada aksi bek Jerman, Waldemar Anton, yang dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill.
Saat itu, Jerman tertinggal 1-1 dan tengah berusaha keras mencari gol kemenangan. Nathaniel Brown melepaskan tendangan sudut, dan Jonathan Tah menyundul bola dengan baik untuk menjebol gawang Paraguay. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR, karena menilai Waldemar Anton sengaja memblokade kiper Gill dengan posisi tubuhnya di dalam kotak penalti. Replay menunjukkan Anton berdiri tepat di depan Gill saat tendangan sudut diambil, menghalangi pergerakan kiper. Meskipun kontak fisik terlihat minimal, Gill jatuh ke tanah saat bola melambung masuk.
Keputusan ini memicu perdebatan sengit. Mantan kiper Manchester United, Peter Schmeichel, menyatakan bahwa Anton tidak melakukan pelanggaran. "Saya pikir mereka salah. Anton hanya berdiri di sana, kiper berlari ke arahnya," ujarnya. Namun, mantan gelandang Nigeria, John Obi Mikel, membela keputusan wasit, dengan alasan Anton sengaja menghalangi kiper tanpa memperhatikan bola. "Itu pelanggaran," tegasnya.
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, sangat marah dengan keputusan tersebut. "Itu lelucon total. Gol itu sah," katanya dalam konferensi pers. Mantan pemain Jerman, Thomas Müller, juga mengkritik keras keputusan VAR. "Anda bekerja seumur hidup untuk bermain di Piala Dunia, lalu seseorang yang duduk di ruangan ratusan meter jauhnya memutuskan untuk menghapus momen itu. Itu memilukan," ujarnya. Jürgen Klopp, yang saat itu menjadi komentator, juga menyebut keputusan itu "skandal total."
Meskipun ada yang mendukung keputusan wasit, banyak pihak menilai bahwa aturan FIFA tentang obstruksi kiper terlalu ketat. Alan Shearer, legenda Newcastle, menyebut keputusan itu "mengerikan" dan menuduh Gill melakukan akting. "Kiper jatuh dengan sentuhan ringan, itu sangat lemah," katanya.
Kontroversi ini menjadi sorotan utama setelah Jerman akhirnya tersingkir di babak adu penalti. Jonathan Tah, yang golnya dianulir, juga menjadi pesakitan karena gagal mengeksekusi penalti penentu. Bola tendangannya melambung tinggi di atas mistar, memastikan kemenangan Paraguay. Kekalahan ini menambah daftar panjang kegagalan Jerman di Piala Dunia setelah tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022.
Bagi Jerman, kekalahan ini pahit karena mereka mendominasi pertandingan namun gagal memanfaatkan peluang. Kontroversi Waldemar Anton akan terus dikenang sebagai salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia. Keputusan VAR yang ketat, meskipun sesuai aturan FIFA, dianggap terlalu kaku dan merusak esensi sepak bola sebagai olahraga kontak.
Akhirnya, Paraguay melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang Prancis vs Swedia. Sementara itu, Jerman harus pulang lebih awal dengan kekecewaan yang mendalam. Insiden Waldemar Anton menjadi pelajaran bahwa interpretasi aturan dapat mengubah arah pertandingan secara drastis. Untuk Jerman, ini adalah mimpi buruk yang sulit dilupakan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











