F1 British GP: Leclerc Menang, Hamilton Lolos dari Hukuman, dan Bahrain Siap Kembali ke Kalender
Plat Merah – Formula 1 (F1) kembali menyajikan drama di Grand Prix Inggris 2026 yang berlangsung di Sirkuit Silverstone. Charles Leclerc berhasil meraih kemenangan perdana musim ini setelah balapan diwarnai safety car di lap-lap akhir. Sementara itu, Lewis Hamilton yang finis ketiga lolos dari hukuman setelah diselidiki karena melanggar bendera kuning. Di sisi lain, kabar positif datang dari Bahrain yang dilaporkan menjadi pilihan utama untuk mengisi kembali kalender F1 2026 setelah dua seri di Timur Tengah dibatalkan.
Balapan yang berlangsung Minggu (5/7/2026) itu menjadi milik Leclerc setelah ia berhasil memanfaatkan strategi pit stop yang tepat. Pembalap Ferrari itu mengaku lega bisa kembali ke puncak podium setelah sekian lama. “Akhirnya, kemenangan ini terasa sangat istimewa. Saya berharap akhir balapan yang lebih normal, tetapi kerja keras terbayar sudah,” ujar Leclerc melalui radio tim.
Kimi Antonelli, yang start dari pole position, justru mengalami nasib sial. Pembalap Mercedes itu harus puas finis di luar posisi 10 besar setelah mobilnya bermasalah pada lap ke-42. Ia pun kehilangan banyak poin dan kini hanya unggul 25 poin dari rekan setimnya, George Russell, yang finis kedua. Sementara itu, Hamilton yang sempat mendapatkan penalti lima detik karena start palsu, berhasil finis ketiga. Namun, ia langsung diselidiki karena diduga melanggar bendera kuning saat safety car keluar. Setelah melalui investigasi, steward F1 memutuskan untuk hanya memberikan teguran, sehingga hasil balapan tidak berubah.
“Saya pikir saya akan kena penalti. Saya melewati bendera kuning dan tidak melihatnya. Tapi akhirnya hanya teguran, saya bersyukur,” kata Hamilton dalam wawancara dengan Sky Sports. Ia mengakui bahwa tim Ferrari salah dalam pengaturan sayap depan, yang membuatnya kesulitan sepanjang balapan.
Sementara itu, di luar lintasan, kabar menggembirakan datang dari Bahrain. Menurut laporan jurnalis olahraga Inggris, James Whitaker, CEO F1 Stefano Domenicali tengah berupaya mengembalikan satu dari dua balapan yang dibatalkan di Timur Tengah ke kalender 2026. Bahrain disebut sebagai pilihan utama, dengan kemungkinan digelar pada akhir pekan 2-4 Oktober 2026, mengisi celah antara Grand Prix Azerbaijan dan Singapura. Domenicali menegaskan bahwa keputusan final harus diambil sebelum jeda musim panas F1 yang dimulai setelah Grand Prix Hongaria pada 26 Juli.
“Jika ada kesempatan, mengapa tidak? Kami akan melakukannya jika semua kondisi tepat,” ujar Domenicali kepada Sky Sports F1 saat berada di Silverstone. Keputusan ini tentu dinantikan oleh para penggemar F1 di kawasan Timur Tengah yang sempat kecewa karena balapan di Bahrain dan Arab Saudi dibatalkan akibat situasi keamanan.
Dengan hasil ini, persaingan juara dunia F1 2026 semakin ketat. Antonelli masih memimpin dengan 179 poin, diikuti Russell (154) dan Hamilton (147). Leclerc naik ke posisi keempat dengan 108 poin. Balapan selanjutnya akan berlangsung di Hongaria pada 26 Juli, yang juga menjadi batas akhir pengumuman kalender tambahan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.





