Nathan Ngoy Jadi Pahlawan Belgia, Bungkam Kontroversi Balogun di Piala Dunia 2026
Plat Merah – Seattle, AS — Bek muda Belgia, Nathan Ngoy, menjadi sorotan setelah sukses meredam pergerakan striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Seattle Stadium pada Senin (6/7) itu berakhir dengan kemenangan telak Belgia 4-1 atas tuan rumah Amerika Serikat. Kehadiran Nathan Ngoy di lini pertahanan Belgia menjadi kunci keberhasilan timnya melaju ke perempat final.
Sebelum laga, perhatian dunia tertuju pada kontroversi pencabutan skorsing Balogun oleh FIFA. Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat melawan Bosnia dan Herzegovina, namun banding Amerika Serikat dikabulkan sehingga ia bisa tampil. Presiden AS Donald Trump bahkan mengklaim berperan dalam keputusan tersebut, memicu kemarahan Belgia. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyindir keputusan itu dengan mengatakan, “Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia, tanggal 5 Juli adalah April Mop.”
Namun di lapangan, Nathan Ngoy bersama rekan duetnya Brandon Mechele mampu membungkam kritik. Garcia memuji penampilan Nathan Ngoy dan Mechele yang dinilainya sukses mengontrol Balogun sepanjang pertandingan. “Saya tidak ragu bahwa duet bek tengah kami, Brandon Mechele dan Nathan Ngoy, mampu mengendalikannya dengan baik, dan itu terbukti,” ujar Garcia usai laga. Balogun, yang menjadi pencetak gol terbanyak AS dengan tiga gol di turnamen, hanya mampu melepaskan tiga tembakan dengan satu tepat sasaran.
Belgia mendominasi pertandingan sejak awal. Gol-gol Belgia dicetak oleh Leandro Trossard, Charles De Ketelaere, dan dua gol dari pemain pengganti Romelu Lukaku. AS hanya mampu membalas melalui tendangan bebas Malik Tillman pada menit ke-31. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk AS yang selalu tersingkir di babak 16 besar dalam empat partisipasi terakhir, sejak 2002.
Nathan Ngoy, yang baru berusia 22 tahun, tampil gemilang di lini belakang. Ia tidak hanya sukses mematikan pergerakan Balogun, tetapi juga membantu timnya menjaga pertahanan tetap solid. Sepanjang laga, Ngoy mencatatkan beberapa intersepsi krusial dan duel udara yang dimenangkannya. Penampilannya mendapat pujian dari para pengamat, yang menilai ia layak menjadi pilar pertahanan Belgia di masa depan.
Usai pertandingan, Balogun mendatangi Garcia untuk berbicara. Garcia mengapresiasi sikap Balogun yang datang menemuinya di saat terburuk dalam kariernya. “Balogun datang berbicara kepada saya. Saya menyukainya. Ini bukan kesalahannya. Dia bukan pihak yang harus disalahkan. Saya mengatakan itu kepadanya. Saya menghargai dia datang berbicara kepada saya, dan dia adalah pemain yang sangat saya sukai,” kata Garcia. Meski begitu, Garcia menegaskan bahwa kepercayaannya pada Nathan Ngoy dan Mechele tidak pernah goyah.
Kemenangan ini membawa Belgia ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi Spanyol. Sementara itu, AS harus pulang lebih awal meski sempat diuntungkan oleh keputusan kontroversial FIFA. Media sosial Belgia pun merayakan kemenangan dengan cuitan pedas “Overturn this,” merujuk pada keputusan FIFA yang membatalkan skorsing Balogun.
Dengan performa impresif Nathan Ngoy, Belgia menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan di turnamen ini. Bek muda tersebut membuktikan bahwa dirinya mampu tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












