Pico Lopes Bawa Nama Shamrock Rovers ke Panggung Dunia Usai Tampil Gemilang di Piala Dunia 2026
Plat Merah – Shamrock Rovers kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah bek andalannya, Roberto ‘Pico’ Lopes, tampil memukau bersama Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 34 tahun yang berprofesi sebagai manajer bank ini sukses membawa Cape Verde, negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik, melaju hingga babak 32 besar. Prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama Cape Verde, tetapi juga menunjukkan kualitas kompetitif Liga Irlandia yang menjadi tempat Pico Lopes mengasah kemampuan.
Kepulangan Pico Lopes ke Dublin disambut meriah oleh keluarga, tetangga, dan pendukung Shamrock Rovers di Bandara Dublin. Istrinya, Leah, putra mereka yang berusia delapan bulan, Diego, serta orang tuanya, Judie dan Carlos, menjadi orang pertama yang menyambutnya. Para suporter meneriakkan nama ‘Pico’ sambil mengibarkan bendera Cape Verde. “Ini luar biasa, melihat istri dan bayi Diego sangat menyenangkan, dan kemudian melihat semua penggemar Rovers dan semua orang, sungguh mengharukan,” ujarnya.
Perjalanan Pico Lopes bersama Cape Verde dimulai dari pesan LinkedIn dalam bahasa Portugis yang awalnya ia abaikan. Namun, setelah menerima pesan kedua dalam bahasa Inggris, ia memutuskan untuk bergabung. Keputusan itu membawanya berhadapan langsung dengan Lionel Messi saat Cape Verde menghadapi Argentina di babak 32 besar. Meski kalah 2-3 setelah perpanjangan waktu, penampilan solid Lopes di lini pertahanan mendapat pujian dari legenda Irlandia, Richard Dunne. “Menurut saya dia luar biasa. Dia tampil sangat baik. Mungkin karena ketidaktahuan saya, dan mungkin beberapa orang lain, melihat Cape Verde masuk Piala Dunia dan berpikir ‘mereka tidak punya peluang’ karena kami belum pernah melihat mereka bermain. Tapi kemudian dengan cepat kami mendapat pelajaran tentang seberapa bagus mereka. Penampilan mereka melawan Spanyol luar biasa. Secara struktural mereka tertata rapi dan jelas di dalamnya Anda membutuhkan individu yang tampil dan bermain baik, dan Lopes fantastis di keempat pertandingan,” kata Dunne.
Prestasi Pico Lopes tidak lepas dari pengalamannya bermain di Shamrock Rovers dan Liga Irlandia. Dunne menambahkan, “Ini menunjukkan level Liga Irlandia yang bisa mempersiapkan Anda bermain di Piala Dunia; ketajaman, taktik, pergerakan. Semua hal semacam itu tidak terjadi begitu saja. Anda harus bermain di level itu dan jelas itu membuahkan hasil bagi Pico.” Selain itu, pengalaman tampil di UEFA Europa Conference League bersama Shamrock Rovers turut mengasah kemampuannya.
Sementara itu, Shamrock Rovers sendiri sedang dalam performa apik di Liga Premier Irlandia. Mereka memuncaki klasemen dengan 50 poin, unggul sembilan poin dari St Patrick’s Athletic yang berada di posisi ketiga. Tim asuhan Stephen Kenny itu memiliki dua pertandingan lebih sedikit dari pesaing terdekatnya. Persaingan menuju gelar juara semakin memanas, dan Shamrock Rovers bertekad mempertahankan mahkota mereka.
Di sisi lain, Waterford United yang dilatih Graham Coughlan mulai bangkit dari dasar klasemen. Setelah menang 4-2 atas Derry City berkat dwigol Tom Lonergan, mereka kini berada di posisi kesembilan. Pertandingan melawan St Patrick’s Athletic pada Jumat mendatang akan menjadi ujian berat bagi Waterford yang tengah mengejar keselamatan.
Kisah sukses Pico Lopes menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda, termasuk Logan Jiménez, pemain timnas Bermuda yang baru saja menjalani tur pramusim bersama Hibernian. Jiménez tampil sebagai pemain pengganti dalam laga persahabatan melawan Shamrock Rovers, yang berakhir dengan kekalahan 0-1 untuk Hibernian. Pengalaman berharga ini diharapkan dapat mengembangkan karier sang pemain muda.
Pico Lopes membuktikan bahwa pemain dari liga yang dianggap ‘kecil’ pun bisa bersinar di panggung terbesar sepak bola. Shamrock Rovers, sebagai klub tempatnya bernaung, turut menuai berkah dari prestasi ini. Dengan semangat dan dedikasi, Lopes menunjukkan bahwa mimpi menjadi kenyataan, dan sepak bola Irlandia layak diperhitungkan di kancah internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













