Achraf Hakimi Jadi Pilar Maroko Saat Hadapi Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026

Achraf Hakimi Jadi Pilar Maroko Saat Hadapi Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026

Plat Merah – Gillette Stadium, Foxborough – Achraf Hakimi kembali menjadi sorotan saat Maroko berhadapan dengan Prancis dalam laga perempat final Piala Dunia 2026, Kamis (9/7) malam waktu setempat. Bek kanan andalan sekaligus kapten tim, Achraf Hakimi, memimpin rekan-rekannya untuk mencoba mengulang sejarah mencapai semifinal seperti edisi 2022. Pertandingan berlangsung ketat dengan babak pertama berakhir tanpa gol, meskipun Prancis mendominasi penguasaan bola.

Sejak awal laga, Achraf Hakimi menunjukkan perannya sebagai penggerak serangan dari sisi kanan. Pada menit ke-15, ia melepaskan umpan silang berbahaya yang nyaris dimanfaatkan oleh Brahim Diaz, namun berhasil diantisipasi oleh bek Prancis. Meski demikian, pertahanan Maroko yang dikomandoi Hakimi dan Noussair Mazraoui mampu meredam gempuran Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé. Hakimi tidak hanya bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan balik cepat yang menjadi andalan Maroko.

Namun, ketenangan Achraf Hakimi di lapangan kontras dengan hiruk-pikuk di luar lapangan. Beberapa jam sebelum kick-off, mantan istri Hakimi, Hiba Abouk, mengunggah foto di Instagram Story-nya yang menunjukkan dirinya mengenakan bikini cokelat di pantai bersama anak mereka. Unggahan tersebut menarik perhatian publik, terutama karena Hakimi tengah menghadapi sidang kasus pemerkosaan yang akan berlangsung tahun ini. Meskipun demikian, Hakimi tetap fokus tampil maksimal untuk negaranya.

Di sisi lain, Prancis yang merupakan juara bertahan harus kehilangan kapten mereka, Kylian Mbappé, yang ditarik keluar pada menit ke-60 karena cedera. Mbappé terlihat duduk di lapangan sebelum akhirnya digantikan oleh Jean-Philippe Mateta. Meskipun tanpa Mbappé, Prancis tetap mampu mencetak dua gol melalui aksi individu brilian pemain pengganti. Gol pertama tercipta setelah umpan silang dari sisi kiri yang disambar oleh Mateta, sementara gol kedua berasal dari tendangan jarak jauh Bradley Barcola.

Maroko sempat mencoba membalas melalui tendangan sudut yang dieksekusi Achraf Hakimi pada menit ke-74, namun bola melambung terlalu tinggi dan keluar lapangan. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, melakukan dua pergantian pada menit ke-70 dengan memasukkan Gessime Yassine dan Zakaria El Ouahdi untuk menambah daya gedor, namun skor 2-0 untuk Prancis bertahan hingga akhir pertandingan. Dengan kekalahan ini, Maroko harus mengubur mimpi untuk kembali ke semifinal.

Meski tersingkir, penampilan Achraf Hakimi sepanjang turnamen patut diacungi jempol. Ia menjadi salah satu pemain kunci yang membawa Maroko lolos dari fase grup dengan kemenangan 3-0 atas Kanada di babak 16 besar. Statistik menunjukkan bahwa Hakimi memenangkan 70% duel dan mencatatkan akurasi umpan mencapai 85% selama turnamen. Kehadirannya di lini belakang memberikan rasa aman, sementara kemampuannya dalam melancarkan serangan balik menjadi senjata utama Maroko.

Di luar aspek teknis, kasus hukum yang membayangi Hakimi menjadi perhatian tersendiri. Ia akan menjalani persidangan atas tuduhan pemerkosaan yang dilaporkan pada Maret 2023, namun ia membantah semua tuduhan tersebut. Meskipun demikian, Hakimi tetap profesional dan mampu memisahkan kehidupan pribadi dengan karier sepak bolanya. Hal ini menunjukkan kedewasaan dan dedikasinya terhadap tim nasional.

Pertandingan ini juga mencatatkan sejarah bagi Prancis yang menjadi tim pertama dengan dua pemain mencetak 5+ gol dalam satu Piala Dunia sejak Brasil 2002. Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé masing-masing telah mengoleksi lima gol, menunjukkan ketajaman lini depan Les Bleus. Sementara bagi Maroko, kegagalan ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas tim di masa depan.

Secara keseluruhan, meskipun Maroko gagal melangkah ke semifinal, perjuangan Achraf Hakimi dan kawan-kawan patut diapresiasi. Mereka mampu bersaing dengan tim sekelas Prancis dan menunjukkan bahwa sepak bola Afrika terus berkembang. Hakimi, dengan segala kontroversi di luar lapangan, tetap menjadi simbol ketangguhan dan profesionalisme yang patut dicontoh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup