PSG Wajib Bayar Mahal: Monaco Beri Peringatan Keras untuk Maghnes Akliouche

PSG Wajib Bayar Mahal: Monaco Beri Peringatan Keras untuk Maghnes Akliouche

Plat Merah – Paris Saint-Germain (PSG) harus bersiap merogoh kocek lebih dalam jika ingin memboyong bintang muda AS Monaco, Maghnes Akliouche, di bursa transfer musim panas ini. Klub asal ibu kota Prancis itu telah menjadikan pemain berusia 24 tahun tersebut sebagai prioritas utama lini serang, namun Monaco memberikan sinyal tegas bahwa mereka tidak akan melepasnya dengan harga murah.

Maghnes Akliouche, yang saat ini tengah memperkuat Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, telah menjadi incaran utama PSG. Kabarnya, pemain kelahiran 2002 itu sudah sepakat secara pribadi dengan Les Parisiens untuk kontrak lima tahun. Namun, urusan transfer belum tuntas karena PSG harus berhadapan dengan sikap keras Monaco di meja negosiasi.

Dalam konferensi pers perkenalan pelatih baru Monaco, Filipe Luis, Rabu (9/7/2026), Direktur Umum Monaco, Thiago Scuro, angkat bicara soal masa depan Maghnes Akliouche. Dengan nada tegas, Scuro menyatakan bahwa Monaco siap mempertahankan pemainnya jika tidak ada tawaran yang sesuai. “Monaco siap mempertahankan Akliouche jika tidak ada kesepakatan yang baik. Profil seperti Balogun, Akliouche, dan Camara memang menarik minat banyak klub. Jika kami menemukan kesepakatan yang cocok untuk Monaco, semuanya bisa berjalan cepat. Jika tidak, tidak akan ada transfer. Tapi diskusi berlangsung setiap hari. Inilah momen yang tepat,” ujar Scuro.

Peringatan ini menjadi pukulan telak bagi PSG yang sebelumnya dilaporkan telah mengajukan dua tawaran awal. Menurut jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, tawaran pertama PSG berkisar €35 juta, jauh di bawah permintaan Monaco yang menginginkan minimal €50 juta. “Monaco sudah menolak dua tawaran PSG. Bukan hanya karena masalah uang, tetapi juga karena mereka yakin klub-klub Premier League bisa terlibat dalam perburuan Akliouche dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Romano.

Monaco jelas tidak ingin kehilangan aset berharganya dengan harga murah. Maghnes Akliouche, yang telah menunjukkan performa gemilang bersama Les Bleus dan di level klub, menjadi komoditas panas di bursa transfer. Penampilannya yang impresif di Piala Dunia 2026, termasuk kontribusinya di lini tengah dan sayap, membuat banyak klub Eropa meliriknya. Namun, PSG menjadi yang terdepan karena telah mendapatkan lampu hijau dari pemain.

Pelatih baru Monaco, Filipe Luis, juga angkat bicara mengenai situasi ini. Eks bek Brasil itu menekankan bahwa tidak ada pemain yang lebih penting dari tim. “Saya sudah bicara dengan hampir semua pemain, dan kami akan melakukannya secara individual dalam beberapa hari ke depan. Tidak ada yang lebih penting dari tim. Saya ingin melihat pemain tampil untuk tim, itu yang terpenting,” tegas Filipe Luis. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Monaco siap berpisah dengan Maghnes Akliouche asalkan ada tawaran yang memuaskan.

Di sisi lain, PSG juga dihadapkan pada persaingan dari klub-klub Premier League yang disebut-sebut siap ikut serta dalam perburuan. Hal ini bisa memicu perang penawaran yang akan menguntungkan Monaco. Dengan waktu bursa yang masih panjang, PSG harus bergerak cepat dan menyiapkan dana lebih jika tidak ingin kehilangan target utamanya.

Kesimpulannya, saga transfer Maghnes Akliouche memasuki babak krusial. Monaco telah memberikan peringatan keras dengan menyatakan siap mempertahankan pemainnya jika PSG tidak memenuhi harga yang diminta. PSG harus segera memutuskan apakah akan menaikkan tawaran atau beralih ke target lain. Sementara itu, Maghnes Akliouche tetap fokus membela Prancis di Piala Dunia, namun masa depannya di level klub masih menjadi teka-teki yang menanti jawaban.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup