Breel Embolo Jadi Andalan Swiss Hadapi Lionel Messi di Perempat Final Piala Dunia 2026
Plat Merah – Kansas City – Pertarungan sengit tersaji di Kansas City Stadium, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB, saat Argentina berhadapan dengan Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026. Duel ini menjadi penutup babak delapan besar sekaligus menentukan lawan Inggris di semifinal. Di kubu Swiss, sorotan tertuju pada Breel Embolo, striker utama yang diplot sebagai ujung tombak untuk menjebol pertahanan kokoh Argentina.
Breel Embolo, pemain berusia 29 tahun kelahiran Yaoundé, Kamerun, telah menjadi andalan Swiss sejak debutnya pada 2015. Dengan tinggi 1,84 meter dan kecepatan eksplosif, ia menjadi ancaman serius bagi lini belakang Argentina. Dalam turnamen ini, Embolo telah mencetak gol krusial, termasuk saat mengalahkan Aljazair 2-0 di babak 32 besar. Kini, ia kembali dipercaya sebagai striker tunggal dalam formasi 4-3-3 racikan pelatih Murat Yakin.
Pelatih Yakin menurunkan skuad terbaiknya: Gregor Kobel di bawah mistar, lini belakang diisi Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, dan Ricardo Rodriguez. Lini tengah diperkuat trio Remo Freuler, Granit Xhaka (kapten), dan Djibril Sow, sementara Fabian Rieder, Dan Ndoye, dan Breel Embolo menjadi trisula serangan. Formasi ini diharapkan mampu meredam kreativitas Lionel Messi yang menjadi motor serangan Argentina.
Argentina sendiri datang dengan kekuatan penuh. Lionel Scaloni tetap memasang duet Lionel Messi dan Julian Alvarez di depan, dengan dukungan Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul, dan Enzo Fernandez di lini tengah. Emiliano Martinez kembali menjadi penjaga gawang, sementara Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Nicolas Tagliafico mengisi sektor pertahanan. Scaloni mengonfirmasi tidak ada pemain cedera atau skorsing, sehingga ia bisa menurunkan tim terbaiknya.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Swiss. Secara historis, Swiss belum pernah mengalahkan Argentina dalam tujuh pertemuan terakhir. Namun, Breel Embolo dan rekan-rekannya optimistis mampu memutus tren negatif tersebut. Swiss belum pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam satu pertandingan sepanjang turnamen, dan pertahanan solid mereka menjadi kunci untuk meredam agresivitas Argentina.
Di sisi lain, Argentina menunjukkan mental baja setelah dua kali bangkit dari ketertinggalan di babak gugur. Melawan Cape Verde dan Mesir, mereka berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan. Messi memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dengan delapan gol, dan ia akan menjadi ancaman utama bagi Swiss.
Kunci pertandingan ini terletak pada duel antara Messi dan Akanji, serta bagaimana Swiss mampu memanfaatkan peluang melalui Breel Embolo. Jika Swiss mampu bertahan disiplin dan memanfaatkan serangan balik cepat, bukan tidak mungkin mereka akan menciptakan kejutan dan lolos ke semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Kesimpulannya, laga Argentina vs Swiss menyajikan perpaduan antara pengalaman dan determinasi. Argentina diunggulkan, namun Swiss dengan Breel Embolo sebagai ujung tombak memiliki peluang untuk menulis sejarah baru. Siapapun yang menang, pertandingan ini dipastikan akan menyuguhkan drama dan kualitas sepak bola tingkat tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











