Aymeric Laporte Jadi Pahlawan di Balik Layar: Bek Tangguh Spanyol Gagalkan Belgia dan Antar Tim ke Semifinal Piala Dunia 2026

Aymeric Laporte Jadi Pahlawan di Balik Layar: Bek Tangguh Spanyol Gagalkan Belgia dan Antar Tim ke Semifinal Piala Dunia 2026

Plat Merah – Los Angeles – Aymeric Laporte, bek tengah andalan Spanyol, kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain bertahan terbaik dunia. Dalam laga sengit perempat final Piala Dunia 2026 melawan Belgia di Los Angeles Stadium, Laporte tidak hanya tampil solid dalam mengawal lini belakang, tetapi juga melakukan satu penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas Belgia di menit-menit akhir. Berkat kontribusinya, Spanyol berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 dan memastikan tiket ke semifinal.

Pertandingan yang berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026 itu berjalan sangat ketat. Spanyol unggul lebih dulu melalui gol Fabián Ruiz pada menit ke-30, namun Belgia menyamakan kedudukan melalui sundulan Charles De Ketelaere pada menit ke-41 memanfaatkan assist Timothy Castagne. Skor 1-1 bertahan hingga babak kedua berjalan.

Di babak kedua, Belgia sempat kehilangan kiper utama Thibaut Courtois karena cedera paha pada menit ke-71. Courtois meninggalkan lapangan dengan tangisan, digantikan oleh Senne Lammens dari Manchester United. Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan. Pada menit ke-88, pemain pengganti Mikel Merino memanfaatkan rebound dari tendangan Pau Cubarsí yang gagal diamankan Lammens, dan menjebol gawang Belgia.

Namun, Belgia tidak menyerah begitu saja. Di masa injury time, mereka melancarkan serangan balik cepat. Alexis Saelemaekers melepaskan umpan silang berbahaya, dan Romelu Lukaku siap menyambarnya. Di saat itulah Aymeric Laporte muncul dengan penyelamatan akrobatik. Ia menyundul bola keluar dari kotak penalti, menyelamatkan gawang Spanyol yang saat itu kosong karena kiper Unai Simon sudah maju. Aksi heroik Laporte mendapat tepuk tangan meriah dari 70.492 penonton yang hadir.

“Aymeric Laporte adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Tidak hanya dalam bertahan, tetapi juga dalam situasi kritis seperti itu. Ia menunjukkan mentalitas juara,” puji pelatih Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga.

Selain penyelamatannya, Aymeric Laporte juga mencatatkan sejarah pribadi dalam turnamen ini. Ia baru saja mencapai 50 caps bersama tim nasional Spanyol, sebuah pencapaian yang dirayakan oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF). Laporte, yang lahir di Prancis dan memilih membela Spanyol, telah menjadi pilar di lini belakang La Roja sejak debutnya.

Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 36 pertandingan berturut-turut, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh tim era Luis Aragonés dan Vicente del Bosque. Spanyol kini akan menghadapi Prancis di semifinal pada 14 Juli 2026 di Dallas, sebuah laga yang diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara dua raksasa Eropa.

“Ini adalah pertandingan yang luar biasa. Kami menunjukkan karakter dan ketahanan. Sekarang kami fokus ke Prancis,” ujar Aymeric Laporte setelah pertandingan.

Bagi Belgia, kekalahan ini menjadi akhir yang pahit bagi generasi emas mereka. Kevin De Bruyne, yang mendapat kartu kuning dan digantikan di babak kedua, tidak mampu menyelamatkan timnya. Sementara itu, Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti gagal memanfaatkan beberapa peluang, termasuk sundulan yang digagalkan oleh Laporte.

Spanyol kini tinggal selangkah lagi menuju final. Dengan pertahanan yang kokoh dan semangat juang tinggi, mereka optimis bisa mengalahkan Prancis dan melaju ke partai puncak. Aymeric Laporte, dengan pengalaman dan kemampuannya, akan menjadi kunci dalam menghadapi serangan cepat Prancis yang dipimpin oleh Kylian Mbappé.

“Kami tahu Prancis adalah tim yang sangat kuat. Tapi kami juga memiliki tim yang hebat. Kami akan berjuang untuk meraih kemenangan,” tegas Laporte.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup