USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Langkah Strategis Perkuat Kemandirian Teknologi Nasional
Konteks dan Signifikansi Pengukuhan
Plat Merah – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan sejarah dalam pengembangan pendidikan tinggi di Nusantara. Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, MA pada 7 Juli 2026, menjadi momentum penting dengan pengukuhan lima profesor baru. Dengan jumlah profesor mencapai 237 orang, universitas yang berdiri sejak 1963 ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat penelitian terkemuka di Asia Tenggara.
Pengukuhan kali ini tidak hanya menambah jumlah guru besar, tetapi juga mewakili pluralitas disiplin ilmu yang kritis bagi pembangunan berkelanjutan. Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menyatakan bahwa “universitas unggul” harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi tantangan seperti perubahan iklim, krisis kesehatan global, dan transformasi digital. “Dari 237 profesor saat ini, 82% berasal dari disiplin ilmu sains, teknologi, dan kesehatan, yang sejalan dengan kebutuhan dunia saat ini,” papar Rektor.
Profil Lima Profesor Baru
| Nama | Disiplin Ilmu | Kontribusi Strategis |
|---|---|---|
| Prof. Dr. drh. Basri | Biomaterial Oral & Nanoteknologi | Mengembangkan inovasi kesehatan berbasis kekayaan hayati Aceh yang diharapkan mengurangi ketergantungan impor alat kedokteran |
| Prof. Dr. Umi Fathanah | Teknologi Membran Fungsional | Meneliti membran ramah lingkungan untuk pengolahan air bersih di wilayah rawan bencana |
| Prof. Dr. Rusdha Muharar | Sistem Komunikasi Nirkabel | Menjadi salah satu peneliti utama di bidang komunikasi 6G yang akan dipakai dalam proyek Ibu Kota Nusantara |
| Prof. Dr. Ir. Laina Hilma Sari | Arsitektur Adaptif | Mengintegrasikan kearifan lokal Aceh dalam desain infrastruktur tahan gempa |
| Prof. Dr. Ramli | Pembelajaran Bahasa | Menyusun kurikulum bahasa Indonesia sebagai bahasa teknis di perguruan tinggi |
Dampak dan Implikasi Strategis
Keputusan USK untuk mengukuhkan para profesor ini memiliki dampak multi-sektor:
- Kesehatan: Prof. Basri bekerja sama dengan Rumah Sakit Cut Meutia Banda Aceh untuk uji coba biokomposit dari bahan lokal sebagai alternatif implant gigi
- Teknologi: Penelitian Prof. Muharar tentang jaringan 6G masuk dalam proyek strategis Kementerian Kominfo 2025-2029
- Lingkungan: Teknologi membran Prof. Fathanah dipakai dalam proyek desalinasi air laut di Nanggroe Aceh Darussalam
- Kebudayaan: Pendekatan Prof. Laina Hilma Sari dalam arsitektur adaptif telah dipakai dalam revitalisasi 12 desa wisata Aceh
Kronologi Pengukuhan Profesor di USK
- 2021 – 18 profesor baru dikukuhkan, fokus pada teknologi maritim
- 2022 – 22 profesor di bidang pertanian dan bioenergi
- 2023 – 15 profesor di bidang teknologi informasi
- 2024 – 17 profesor di bidang kesehatan masyarakat
- 2025 – 20 profesor di bidang ekonomi digital
- 2026 – 237 profesor secara akumulatif
Visi Rektor dan Pesan Etika Akademik
Rektor USK menyampaikan lima pesan penting kepada para profesor baru:
- Menjadi agen perubahan dalam penerapan teknologi hijau
- Memperkuat kolaborasi antar-fakultas untuk penelitian lintas disiplin
- Meningkatkan kerja sama internasional dengan universitas di Asia Tenggara
- Mengedepankan transparansi dalam publikasi ilmiah
- Menjadi teladan dalam menjaga integritas akademik
Melalui pengukuhan ini, USK menegaskan komitmen untuk menjadi universitas riset yang tidak hanya unggul dalam kuantitas, tetapi juga kualitas kontribusi akademiknya. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 untuk menciptakan 20 universitas top dunia dari Indonesia pada 2030.
Para profesor baru ini juga akan berperan aktif dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang sedang diperluas di seluruh perguruan tinggi Nusantara. Dengan kekayaan kepakaran yang beragam, USK siap menjadi pusat inovasi yang mampu menjawab tantangan global dengan solusi berbasis konteks lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













