Mahasiswi Unud Dilatih Rawat Stasiun Seismik Gunung Raung

Mahasiswi Unud Dilatih Rawat Stasiun Seismik Gunung Raung

Plat Merah – Badan Geologi melibatkan mahasiswi Jurusan Fisika konsentrasi Ilmu Bumi Universitas Udayana (Unud) dalam perawatan Stasiun Seismik dan GPS Mlaten (MLTN) Gunung Api Raung di Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Perawatan Stasiun Seismik Raung ini bertujuan memastikan pengiriman sinyal pemantauan aktivitas gunung berstatus Level II (Waspada) tersebut tetap optimal.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Raung, Agung Tri Subekti, menjelaskan bahwa Stasiun Mlaten merupakan satu dari lima stasiun pemantau yang menyuplai data vital ke pos pengamatan. Perawatan rutin mencakup pengecekan voltase baterai, panel surya, hingga output sensor. Alat seismik berfungsi merekam kegempaan, sementara GPS memantau deformasi tubuh gunung sebagai indikator pergerakan magma.

Keterlibatan mahasiswi Unud merupakan bagian dari pembelajaran lapangan tentang pemantauan gunung api. Mereka diajak langsung mengecek perangkat dan memahami alur data dari stasiun ke pos pengamatan. Agung mengungkapkan, sinyal dari Stasiun Mlaten tidak bisa langsung dikirim ke Pos Raung karena terhalang bentang alam. Data harus diteruskan melalui Puncak Ijen, Pos Ijen, dan Rogojampi sebelum tiba di Pos Pengamatan Gunung Raung di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Hingga saat ini, Gunung Raung masih berstatus Waspada. Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati pusat erupsi dalam radius tiga kilometer, serta dilarang menuruni kaldera atau bermalam di kawasan kawah. Informasi resmi dapat diakses melalui situs web dan aplikasi Magma Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup