Didier Deschamps Pilih Merendah, Sebut Spanyol Favorit Juara Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Plat Merah – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, kembali menunjukkan sikap rendah hati menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Dalam konferensi pers yang digelar di Dallas, Selasa (14/7/2026), Deschamps menyebut La Roja sebagai tim favorit untuk meraih gelar juara. Meskipun Prancis tampil impresif sepanjang turnamen dengan menyapu bersih enam kemenangan, Deschamps enggan menempatkan timnya sebagai unggulan.
“Lupakan pertandingan pertama melawan Tanjung Verde. Sejak saat itu Spanyol telah menegaskan bahwa mereka adalah favorit,” ujar Deschamps, mengacu pada hasil imbang 0-0 Spanyol melawan tim debutan di laga pembuka. Ia menambahkan, “Saya tidak ingin menambah tekanan kepada Luis de la Fuente dan timnya. Dia sangat tahu bahwa orang-orang berharap banyak dari Spanyol.”
Deschamps, yang akan mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Prancis setelah turnamen ini, memuji kekuatan Spanyol di kedua sisi permainan. “Spanyol bisa menyerang dengan sangat baik, dan mereka juga bertahan dengan sangat baik. Mereka hanya kebobolan satu gol dalam enam atau tujuh pertandingan terakhir,” imbuhnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Didier Deschamps sangat menghormati lawannya, namun ia juga percaya diri dengan kemampuan anak asuhnya.
Prancis sendiri memiliki rekor mentereng di Piala Dunia. Mereka menjadi negara ketiga yang berhasil mencapai tiga final Piala Dunia berturut-turut, setelah Jerman Barat (1982, 1986, 1990) dan Brasil (1994, 1998, 2002). Di bawah asuhan Didier Deschamps, Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan menjadi runner-up pada 2022. Deschamps juga tercatat sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak di Piala Dunia, yaitu 18 kemenangan.
Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente hanya tersenyum ketika diminta menanggapi komentar Deschamps. Pertandingan semifinal yang akan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB, diprediksi akan berlangsung sengit. Deschamps sendiri menyebut laga ini akan menjadi pertandingan yang “spektakuler”.
“Masa lalu adalah masa lalu,” kata Deschamps, merujuk pada kekalahan Prancis dari Spanyol di semifinal Euro 2024 dan Nations League. “Mereka menang di masa lalu, tapi saya menatap ke depan. Kami sekarang berada di level yang berbeda. Kami ingin berada di final.”
Keputusan Didier Deschamps untuk merendah bukanlah hal baru. Pelatih berusia 57 tahun itu dikenal sebagai sosok yang cerdas secara taktis dan mampu memotivasi pemainnya. Dengan status Spanyol sebagai juara Eropa, tekanan justru lebih besar pada tim lawan. Deschamps memanfaatkan psikologi ini untuk meredam ekspektasi publik dan memberikan ruang bagi timnya untuk tampil lepas.
Pertandingan nanti malam akan menjadi ujian besar bagi kedua tim. Prancis mengandalkan ketajaman Kylian Mbappe yang memimpin daftar pencetak gol, sementara Spanyol memiliki skuad yang kompak dan berpengalaman. Apapun hasilnya, duel antara dua raksasa sepak bola ini layak dinantikan. Deschamps berharap timnya bisa tampil maksimal dan melaju ke final untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













