Eintracht Frankfurt Gigit Jari: Ajax Tolak Keras Tawaran Pertama untuk Anton Gaaei

Eintracht Frankfurt Gigit Jari: Ajax Tolak Keras Tawaran Pertama untuk Anton Gaaei

Plat Merah – Eintracht Frankfurt harus menerima kenyataan pahit setelah Ajax Amsterdam dengan tegas menolak tawaran pertama mereka untuk bek kanan andalan, Anton Gaaei. Klub Bundesliga itu hanya berani menawar sedikit di atas dua juta euro, jauh dari ekspektasi Ajax yang membanderol pemain asal Denmark tersebut dengan harga antara 7,5 hingga 8,5 juta euro. Penolakan ini menjadi pukulan telak bagi Eintracht Frankfurt yang berharap bisa mengamankan jasa Gaaei untuk memperkuat lini pertahanan mereka musim depan.

Menurut laporan dari De Telegraaf, Ajax dengan santai menolak tawaran tersebut dan bahkan disebut belum menganggap serius minat dari klub Jerman itu. Padahal, Gaaei sendiri dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Eintracht Frankfurt mengenai kontrak hingga pertengahan 2031. Namun, tanpa kesepakatan antar klub, transfer tersebut masih jauh dari kata rampung. Ajax yakin bahwa Gaaei masih bisa memberikan kontribusi berharga bagi tim pada musim depan, sehingga mereka tidak terburu-buru melepas pemain berusia 23 tahun itu.

Gaaei, yang didatangkan Ajax dari Viborg FF tiga tahun lalu dengan biaya 4,5 juta euro, telah tampil sebanyak 111 kali bersama klub Amsterdam tersebut. Ia berhasil mencetak tujuh gol dan memberikan 13 assist. Nilai pasarnya saat ini mencapai lima juta euro menurut Transfermarkt, dan kontraknya bersama Ajax masih berlaku hingga pertengahan 2028. Situasi ini membuat Eintracht Frankfurt harus berpikir keras jika ingin tetap memburu Gaaei. Mereka harus meningkatkan tawaran secara signifikan jika ingin serius mendapatkan tanda tangan bek kanan yang juga menjadi incaran klub-klub lain.

Di sisi lain, Eintracht Frankfurt juga tengah bersiap melepas salah satu pemain bintangnya, Omar Marmoush, yang menjadi buruan Tottenham Hotspur dan Newcastle United. Marmoush, yang bergabung dengan Manchester City dari Eintracht Frankfurt pada Januari 2025 dengan biaya sekitar £60 juta, kini di ambang pintu keluar dari Etihad. Menurut TeamTalk, Tottenham dan Newcastle telah melakukan pendekatan untuk merekrut pemain serba bisa asal Mesir tersebut. Ketidakpastian peran Marmoush di bawah pelatih baru City, Enzo Maresca, menjadi faktor utama yang membuka peluang transfer. Jika Maresca tidak menjanjikan menit bermain yang cukup, Marmoush siap untuk hengkang, dan Eintracht Frankfurt bisa menjadi salah satu destinasi yang menarik mengingat pengalamannya di Bundesliga.

Sementara itu, Eintracht Frankfurt juga tengah mempersiapkan kepergian bek tengah Aurele Amenda ke Coventry City. Pemain asal Swiss itu dikabarkan akan segera menjalani tes medis setelah negosiasi antara kedua klub mencapai tahap akhir. Kepergian Amenda dan potensi hengkangnya Marmoush bisa menjadi berkah bagi Eintracht Frankfurt untuk mendatangkan pemain baru, termasuk kemungkinan kembali mengejar Gaaei dengan tawaran yang lebih realistis.

Di kancah Bundesliga, rival sekota Eintracht Frankfurt, Borussia Dortmund, tengah bersiap menyambut musim baru dengan talenta muda berbakat. Salah satu pemain yang menonjol adalah Samuele Inácio, gelandang serang asal Italia yang baru berusia 18 tahun. Inácio mencuri perhatian setelah mencetak gol pertamanya di Bundesliga saat Dortmund menang 3-2 atas Eintracht Frankfurt musim lalu. Keberhasilan Dortmund dalam mengembangkan pemain muda menjadi ancaman tersendiri bagi Eintracht Frankfurt yang harus terus berbenah untuk bersaing di papan atas.

Kesimpulannya, Eintracht Frankfurt menghadapi dilema di bursa transfer musim panas ini. Di satu sisi, mereka gagal mengamankan target utama, Anton Gaaei, karena ketidaksepakatan harga dengan Ajax. Di sisi lain, mereka harus merelakan pemain kunci seperti Omar Marmoush dan Aurele Amenda hengkang. Untuk mempertahankan daya saing di Bundesliga dan kompetisi Eropa, Eintracht Frankfurt perlu bergerak cepat dan cerdas dalam bursa transfer. Kegagalan mendatangkan Gaaei bisa menjadi pelajaran berharga untuk lebih agresif dalam negosiasi, sementara potensi dana dari penjualan pemain harus segera diinvestasikan kembali untuk memperkuat skuad.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup