Masyarakat Sawan Desak Operasi Bendungan Tamblang untuk Pemulihan Irigasi dan Infrastruktur
Plat Merah – Desa Sawan, kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali – Pada hari Senin, 14 Juli 2026, warga Sawan kembali menyuarakan keprihatinannya lewat program interaktif Halo RRI Singaraja. Harapan utama mereka adalah agar Bendungan Tamblang segera difungsikan kembali setelah bertahun‑tahun tidak beroperasi. Tak hanya menunggu air mengalir kembali ke lahan pertanian, masyarakat juga menuntut percepatan perbaikan jalan Sangsit‑Sawan yang kini rusak di beberapa titik kritis.
Sejarah Singkat Bendungan Tamblang
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 2010 | Pembangunan Bendungan Tamblang selesai, melayani 1.200 hektar lahan pertanian di Sawan dan sekitarnya. |
| 2015 | Kerusakan struktur akibat gempa bumi ringan, dilakukan perbaikan parsial. |
| 2022 | Bendungan ditutup sementara karena penurunan debit air yang signifikan dan kerusakan pada pintu air. |
| 2024 | Masyarakat mengajukan petisi melalui Forum RRI, menuntut revitalisasi bendungan. |
| 2026 | Aspirasi kembali diangkat dalam program Halo RRI, menuntut operasi segera. |
Peran Strategis Bendungan bagi Pertanian Lokal
Bendungan Tamblang berfungsi sebagai sumber utama air irigasi bagi lebih dari 2.500 petani di wilayah Sawan, Buleleng, dan sebagian Kabupaten Gianyar. Musim kemarau di Bali biasanya berlangsung dari Mei hingga September, dan tanpa pasokan air yang stabil, produktivitas sawah menurun drastis hingga 40 %.
- Ketersediaan air: Memungkinkan penanaman dua kali tanam pada musim hujan dan kemarau.
- Peningkatan hasil panen: Studi lapangan menunjukkan rata‑rata peningkatan produksi padi sebesar 1,8 ton per hektar bila bendungan beroperasi penuh.
- Ketahanan pangan: Menjamin pasokan beras lokal, mengurangi ketergantungan pada impor.
Kondisi Jalan Sangsit‑Sawan: Penghalang Mobilitas dan Distribusi
Jalan provinsi yang menghubungkan Sangsit dengan Sawan mengalami kerusakan pada tiga titik utama: lereng bukit di Desa Batan, area melintasi sungai Ciliwung, serta jalan masuk ke pasar tradisional Sawan. Kondisi ini menghambat transportasi hasil pertanian, menambah biaya logistik hingga 25 % bagi petani.
- Penurunan kualitas permukaan jalan mengakibatkan kerusakan kendaraan, terutama truk pengangkut beras.
- Waktu tempuh naik dari 30 menit menjadi lebih dari 45 menit pada jam sibuk.
- Distribusi hasil panen ke pasar Buleleng dan Denpasar terhambat, menurunkan daya saing harga.
Aspirasi Warga Melalui Halo RRI
Menurut Mada Sujana, tokoh masyarakat Sawan, harapan warga bukan sekadar menunggu perbaikan teknis. “Kami sudah menunggu sejak 2022, dan kini air irigasi masih minim. Tanpa bendungan, petani kami terpaksa mengandalkan sumur bor yang mahal. Sementara jalan rusak membuat kami terisolasi,” ujarnya.
Program Halo RRI berperan sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah. Dalam siaran, perwakilan RRI menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Buleleng sedang diprioritaskan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Analisis Dampak Operasional Kembali Bendungan
Ekonomi Lokal: Dengan beroperasinya kembali Bendungan Tamblang, diproyeksikan peningkatan pendapatan petani hingga 30 % dalam dua musim tanam pertama. Hal ini akan meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan usaha mikro di sektor agribisnis.
Lingkungan: Pengelolaan air yang lebih terkontrol dapat mengurangi erosi tanah di lahan pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem sungai Ciliwung.
Sosial: Akses jalan yang baik akan memperlancar layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi bagi lebih dari 15.000 penduduk di wilayah Sawan.
Langkah Pemerintah Daerah dan Tantangannya
Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyiapkan anggaran RP 15 miliar untuk revitalisasi bendungan dan perbaikan jalan. Namun, tantangan utama adalah alokasi dana yang bersaing dengan proyek infrastruktur lain di Bali, serta kebutuhan akan tenaga ahli teknik sipil yang berpengalaman.
- Pengadaan material tahan gempa untuk memperkuat struktur bendungan.
- Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk penjadwalan perbaikan jalan.
- Pembentukan tim monitoring yang melibatkan perwakilan warga.
Harapan Kedepan
Warga Sawan menegaskan bahwa operasi Bendungan Tamblang bukan sekadar proyek teknis, melainkan penopang mata pencaharian jutaan orang. Dengan dukungan pemerintah yang konsisten, mereka percaya bahwa dalam beberapa bulan ke depan air akan kembali mengalir, jalan akan kembali mulus, dan pertanian Bali akan kembali produktif.
“Kami tidak hanya menunggu, kami siap membantu. Jika ada partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan, kami akan berkontribusi,” tutup Mada Sujana, menegaskan tekad komunitas untuk menjadikan proyek ini sebagai simbol kebersamaan antara warga, media, dan pemerintah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












