Kimi Antonelli Bangkit dari ‘Dasar Jurang’ Setelah Menangi GP Belgia, Kokoh di Puncak Klasemen F1 2025

Kimi Antonelli Bangkit dari 'Dasar Jurang' Setelah Menangi GP Belgia, Kokoh di Puncak Klasemen F1 2025

Plat Merah – Bein Sports melaporkan, pebalap Mercedes Kimi Antonelli berhasil memenangi Grand Prix Belgia 2025 pada akhir pekan lalu. Kemenangan keenam musim ini membuatnya semakin kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 45 poin atas Lewis Hamilton yang kini membela Ferrari. Antonelli, yang baru berusia 19 tahun, mengaku tidak menyangka bisa bangkit dari ‘dasar jurang’ yang ia alami persis di sirkuit yang sama tahun lalu.

Dalam wawancara eksklusif dengan Bein Sports setelah balapan, Antonelli mengungkapkan betapa beratnya momen yang ia lalui pada GP Belgia 2024. Saat itu ia masih berusia 18 tahun dan tengah mengalami rentetan hasil buruk—hanya sekali finis di atas posisi kesembilan dalam sepuluh seri. Puncak keterpurukannya terjadi ketika ia gagal lolos dari Q1 di Belgia tahun lalu. “Tahun lalu di sini, saya mungkin mencapai titik terendah dalam karier saya. Itu adalah akhir pekan yang sangat sulit secara mental,” ujar Antonelli kepada Bein Sports. “Tapi tahun ini jelas jauh lebih baik. Jika Anda bertanya tahun lalu pada momen yang sama, saya mungkin akan menjawab tidak mungkin.”

Antonelli yang dipromosikan secara cepat oleh bos Mercedes Toto Wolff untuk menggantikan Hamilton yang hengkang ke Ferrari, sempat menjalani periode sulit di pertengahan musim 2025. Namun, sejak GP Monako ia mulai menemukan ritme dan konsisten meraih podium. Kemenangan di Belgia menjadi bukti nyata kebangkitannya. Padahal, jika bukan karena serangkaian nasib buruk dalam beberapa pekan terakhir, keunggulannya bisa jauh lebih besar. Ia mengalami kegagalan mesin saat berada di posisi kedua di Barcelona, dan kegagalan wheel-guard yang membuatnya kehilangan poin di GP Inggris saat tengah mengejar Charles Leclerc untuk kemenangan.

Dominasi kecepatan Antonelli atas rekan setimnya George Russell—yang di awal musim dianggap sebagai kandidat kuat juara—menunjukkan betapa sulitnya mengejar ketertinggalan dari pebalap Italia tersebut. Satu-satunya harapan bagi rival adalah jika Ferrari mampu melakukan perbaikan besar pada unit daya mereka yang masih inferior. Meski berada di posisi yang sangat kuat, Antonelli tidak mau terlena. Ia sadar bahwa musim masih panjang dan segala hal bisa terjadi. Namun, jika ia mampu mempertahankan performa seperti saat ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi juara dunia termuda dalam sejarah F1.

Kemenangan di Spa-Francorchamps ini juga menjadi sorotan utama di berbagai platform olahraga, termasuk Bein Sports yang menyiarkan langsung aksi Antonelli. Pebalap muda asal Italia itu berhasil mengelola tekanan dan tampil sempurna sepanjang akhir pekan. Start dari posisi ketiga, ia dengan cerdik memanfaatkan strategi pit-stop untuk melewati Hamilton dan Russell. Dengan 22 seri yang dijadwalkan, Antonelli kini memiliki modal berharga untuk terus mengukir prestasi. Pertanyaannya, akankah ia mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir musim? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, namanya kini menjadi buah bibir di kalangan penggemar F1.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup