Eddie Howe Tinggalkan Newcastle United, Calon Penggantinya Pernah Dua Kali Juara Liga Champions Asia
PlatMerah.com – Kabar mengejutkan datang dari Premier League menjelang musim 2026-2027. Eddie Howe memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Newcastle United setelah lima tahun mengabdi. Keputusan ini diambil secara mendadak, meski sebelumnya manajemen klub dan Howe sempat sepakat untuk melanjutkan kerja sama.
Pelatih berusia 48 tahun itu memilih untuk beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan. Kepergian Howe terjadi di tengah penurunan performa tim pada musim 2025-2026, di mana Newcastle hanya finis di peringkat 12 Premier League. Selain itu, kepergian bintang utama seperti Anthony Gordon dan Sandro Tonali, serta rumor transfer Bruno Guimaraes ke Arsenal, turut mempengaruhi situasi.
Kronologi Pengunduran Diri Eddie Howe
Koresponden The Athletic, David Ornstein, mengungkapkan dinamika di balik keputusan Howe. Melalui unggahannya, Ornstein menyatakan bahwa semua pihak awalnya sepakat untuk melanjutkan kerja sama. Namun, Howe kemudian memberi tahu Newcastle tentang keputusannya untuk mengambil waktu istirahat dan meninggalkan klub setelah lima tahun sebagai pelatih kepala.
Proses kepergian Howe berlangsung baik-baik tanpa konflik internal. Manajemen Newcastle pun bergerak cepat mencari pengganti dan kini tengah dalam tahap negosiasi tingkat lanjut.
Matthias Jaissle: Calon Pengganti dengan Segudang Prestasi
Manajemen Newcastle menyiapkan Matthias Jaissle, pelatih asal Jerman yang saat ini menangani Al-Ahli, sebagai pengganti Howe. Jaissle bukanlah sosok sembarangan. Pelatih berusia 38 tahun itu berhasil membawa Al-Ahli menjuarai Liga Champions Asia secara beruntun pada edisi 2025 dan 2026.
Faktor kepemilikan menjadi salah satu kunci kelancaran negosiasi. Baik Newcastle maupun Al-Ahli berada di bawah naungan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, yang memudahkan proses transfer pelatih.
Pencapaian Eddie Howe di Newcastle
Sejak ditunjuk pada 2021, Howe berhasil mengangkat derajat Newcastle dari posisi ke-19 klasemen hingga menembus zona Liga Champions. Puncak kesuksesannya terjadi ketika ia mengakhiri puasa gelar domestik Newcastle selama 70 tahun dengan menjuarai Piala Liga pada 2025.
Namun, musim 2025-2026 menjadi titik balik yang menguji ketahanan mental Howe. Finis di peringkat 12 membuat tekanan semakin besar, terlebih dengan hengkangnya sejumlah pemain kunci.
Dampak bagi Newcastle United
Kepergian Howe tentu menjadi kehilangan besar bagi Newcastle. Namun, langkah cepat manajemen dalam menunjuk Jaissle menunjukkan keseriusan klub untuk tetap kompetitif. Jaissle diharapkan dapat membawa filosofi baru dan memanfaatkan pengalamannya di kompetisi Asia.
Selain itu, situasi bursa transfer yang masih bergejolak, terutama terkait masa depan Bruno Guimaraes, akan menjadi pekerjaan rumah pertama bagi pelatih anyar nantinya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












