Alex Eala Cetak Sejarah, Filipina Pertama Juara WTA
PlatMerah.com, Washington – Petenis Filipina, Alexandra Eala, mencatatkan namanya dalam buku sejarah tenis Asia Tenggara. Ia menjadi petenis putri pertama dari Filipina yang berhasil meraih gelar juara tunggal WTA Tour. Gelar tersebut ia raih setelah menundukkan unggulan teratas asal Amerika Serikat, Jessica Pegula, di final Mubadala DC Open, Senin (3/8/2026) waktu setempat.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Eala harus menjalani laga yang tertunda akibat hujan deras. Ia sempat tertinggal satu set, namun mampu bangkit dan menyelesaikan laga dengan skor 4-6, 6-4, 6-0. Ini merupakan gelar WTA pertamanya sekaligus menjadi pencapaian tertinggi dalam karier profesionalnya.
Perjalanan Dramatis di Washington
Final yang digelar di Stadium Court tersebut awalnya dijadwalkan pada Minggu (2/8/2026). Namun hujan deras memaksa laga dihentikan saat Eala tertinggal 1-2 di set kedua. Setelah tertunda hampir 20 jam, laga dilanjutkan pada Senin dan Eala tampil dengan permainan yang lebih agresif.
Sejak laga dilanjutkan, Eala berhasil memenangkan 10 dari 13 game. Ia merebut set kedua dengan skor 6-4, lalu melaju tanpa ampun di set penentuan dengan skor 6-0. Kepercayaan diri Eala terlihat jelas dari servis kiri yang dominan dan pukulan groundstroke yang agresif.
Kemenangan ini tidak hanya berarti bagi Eala secara pribadi, tetapi juga bagi Filipina. Bendera Filipina berkibar di tribun penonton dan sorakan dukungan untuk Eala terdengar lebih keras dibandingkan untuk Pegula yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
Momen Bersejarah bagi Tenis Filipina
Dengan kemenangan ini, Eala menjadi petenis Filipina pertama yang berhasil memenangkan gelar tunggal WTA Tour. Sebelumnya, ia juga telah mencuri perhatian dunia setelah tampil impresif di musim lapangan rumput, mencapai semifinal di Berlin dan babak 16 besar di Wimbledon.
Di Washington, Eala menunjukkan performa luar biasa sepanjang turnamen. Ia berhasil mengalahkan unggulan-unggulan utama, termasuk juara bertahan Leylah Fernandez di babak kedua, Elina Svitolina di perempat final, dan Naomi Osaka di semifinal. Kemenangan demi kemenangan ini mengantarnya ke final pertamanya di turnamen WTA Tour.
“Saya merasa sangat dicintai. Ini adalah kesempatan pertama saya untuk meraih gelar dan saya tahu ini bukan yang terakhir. Saya sudah mencapai tonggak sejarah untuk karier saya,” ujar Eala usai pertandingan.
Ia menambahkan, “Saya tahu apa pun yang terjadi setelah pertandingan ini, saya sudah memenangkan sesuatu yang besar.”
Reaksi Jessica Pegula
Pegula, yang merupakan petenis peringkat tiga dunia, mengakui keunggulan Eala dalam pertandingan tersebut. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Alex atas turnamen yang luar biasa,” ujar Pegula seperti dikutip dari laporan resmi turnamen.
Pegula sendiri sebenarnya berusaha meraih gelar ketiganya di Washington setelah sukses pada 2019 dan 2021. Namun, momentum pertandingan jelas berpihak pada Eala, yang tampil lebih percaya diri setelah jeda hujan.
Kemenangan ini juga menjadi kebanggaan bagi Filipina dan Asia Tenggara, karena Eala berhasil menembus dominasi petenis-petenis top dunia di turnamen WTA Tour.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











