John Herdman: Piala AFF 2026 sebagai Langkah Strategis Menuju Piala Dunia 2030
PlatMerah.com – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional, melainkan bagian penting dalam misi jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Herdman melihat ajang ini sebagai kesempatan untuk membangun skuad yang solid dan memberikan kesempatan bagi pemain lokal untuk menunjukkan kualitasnya.
Timnas Indonesia kembali tampil di Piala AFF 2026 dengan skuad campuran antara pemain naturalisasi dan talenta lokal. Namun, perjalanan tim asuhan John Herdman terhenti di fase grup setelah hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Singapura di laga terakhir Grup A pada 7 Agustus 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura. Hasil ini membuat Timnas Indonesia finis di posisi ketiga dengan tujuh poin dan gagal melaju ke semifinal.
Peran Piala AFF 2026 dalam Roadmap Timnas Indonesia
John Herdman menilai Piala AFF 2026 sebagai tonggak penting dalam proses pembentukan tim yang akan siap bersaing di level yang lebih tinggi, seperti Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030. Herdman menyatakan bahwa turnamen ini memberikan pengalaman kompetitif yang berbeda dari laga persahabatan biasa, membantu pemain memahami dinamika sepak bola turnamen secara lebih mendalam.
“Target utama Indonesia adalah lolos ke Piala Dunia 2030. Jika menelusuri mundur dari tujuan tersebut, ada Piala Asia 2027 dan berbagai turnamen FIFA termasuk ASEAN Cup dan Piala AFF ini, yang menjadi tahapan penting dalam pembangunan tim,” ujar Herdman saat konferensi pers menjelang laga melawan Singapura.
Piala AFF 2026 sebagai Ajang Seleksi Pemain Lokal
Selain menyiapkan pemain naturalisasi, Herdman juga memanfaatkan Piala AFF 2026 untuk memberikan panggung bagi pemain dari kompetisi domestik yang belum mendapatkan kesempatan tampil pada FIFA Match Day sebelumnya. Ia menilai intensitas dan tekanan dalam turnamen penting untuk mengasah mental dan kemampuan pemain, sehingga bisa menjadi fondasi yang kuat bagi skuad Garuda ke depannya.
Selama persiapan kurang lebih 33 hari, Herdman fokus membangun kebersamaan, identitas taktik, dan rasa persaudaraan di antara para pemain. Ini menjadi modal penting dalam mempertajam kemampuan tim menghadapi kompetisi tingkat lebih tinggi di masa depan.
Performa dan Tantangan di Piala AFF 2026
Dalam pertandingan terakhir, Timnas Indonesia sempat memimpin melalui gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, Singapura mampu menyamakan skor pada menit ke-66 melalui Ilhan Fandi setelah memanfaatkan situasi di dalam kotak penalti. Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi salah satu faktor utama kegagalan Indonesia lolos ke semifinal.
Herdman mengakui tekanan dari ekspektasi suporter yang haus gelar juara Piala AFF, namun ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun tim yang kompetitif secara berkelanjutan, bukan hanya mengejar gelar sesaat.
“Kami ingin mempersembahkan trofi pertama bagi Indonesia, tapi lebih dari itu, kami membangun fondasi yang kokoh untuk mencapai target utama, yaitu Piala Dunia 2030,” tutup Herdman.
Meski gagal melaju, pengalaman dan evaluasi dari Piala AFF 2026 menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia dalam memperkuat skuad dan strategi di turnamen-turnamen mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












