Copa Libertadores: Independiente Rivadavia Tersingkir dari Fluminense Lewat Adu Penalti
PlatMerah.com, Mendoza – Independiente Rivadavia harus mengakhiri perjuangannya di Copa Libertadores setelah kalah dari Fluminense dalam babak adu penalti dengan skor 5-4. Pertandingan yang berlangsung di Estadio Malvinas Argentinas ini berakhir imbang 1-1 setelah 90 menit waktu normal dan tambahan waktu, sebelum akhirnya menentukan pemenang melalui tendangan penalti.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Fluminense membuka keunggulan lewat gol Kevin Serna. Namun, Independiente Rivadavia berhasil menyamakan skor lewat penalti yang dieksekusi oleh Alex Arce pada menit ke-97. Meski kedua tim bermain imbang, Fluminense lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 52,3% dan menyelesaikan 417 operan dibandingkan 345 operan oleh tim Argentina tersebut.
Fluminense memimpin dalam hal peluang dengan 10 tembakan ke gawang, sementara Independiente Rivadavia menciptakan 13 peluang. Pada fase adu penalti, Fluminense tampil lebih tenang dan berhasil menang 5-4, memastikan langkah mereka ke babak perempat final untuk menghadapi pemenang antara Platense dan Coquimbo Unido.
Independiente Rivadavia, yang memiliki nilai pasar jauh lebih rendah dan tanpa pemain bintang sekelas Hulk atau Thiago Motta yang dimiliki Fluminense, tetap menunjukkan performa yang membanggakan dengan mampu menahan imbang tim kuat Brasil tersebut sepanjang dua laga di babak 16 besar. Meski akhirnya kalah, tim asal Mendoza ini mendapatkan apresiasi atas perjuangan dan semangat juangnya.
Selama pertandingan, beberapa momen kunci terjadi, seperti peluang emas dari Luciano Acosta untuk Fluminense dan kontroversi penalti yang akhirnya diberikan kepada Independiente Rivadavia setelah tinjauan VAR. Tendangan penalti Alex Arce pada menit ke-96 berhasil mengubah skor menjadi 1-1 dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tos-tosan.
Dalam adu penalti, kegagalan Luciano Acosta melepaskan tendangan penalti dan penyelamatan kiper Fluminense, Fabio, menjadi momen penentu yang membuat Fluminense melaju ke babak berikutnya. Sementara itu, Independiente Rivadavia harus mengakhiri kampanyenya di Copa Libertadores musim ini.
Kekalahan ini menandai akhir perjuangan Independiente Rivadavia di kompetisi klub paling bergengsi di Amerika Selatan, namun pengalaman yang didapatkan di tahap knockout ini menjadi modal berharga bagi perkembangan klub. Fluminense, dengan kemenangan ini, mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu tim kuat di turnamen dan melangkah ke babak perempat final dengan kepercayaan diri tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












