Pendaftaran Perlinsos Digital di Bali Capai 652 Ribu KK

Pendaftaran Perlinsos Digital di Bali Capai 652 Ribu KK

PlatMerah.com, Denpasar – Pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Bali telah mencapai 652 ribu kepala keluarga (KK) hingga Oktober 2026. Angka ini setara dengan 50 persen dari populasi Bali, menjadikan provinsi tersebut sebagai wilayah percontohan utama digitalisasi perlindungan sosial secara menyeluruh di Indonesia.

Perkembangan Pendaftaran Perlinsos Digital di Bali

Rahmat Danu Andika, Koordinator Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, menyatakan bahwa Bali telah hampir menyelesaikan proses pendaftaran Perlinsos Digital. Sebanyak 652 ribu KK di Bali sudah terdaftar, dengan dukungan agen-agen yang tersebar di seluruh pulau. Saat ini terdapat 18.980 agen yang membantu masyarakat dalam proses pendaftaran dan akses layanan Perlinsos Digital.

Baca juga:

Digitalisasi Perlinsos Sebagai Upaya Pemerintah

Digitalisasi Perlinsos dimulai uji coba pertama kali di Banyuwangi pada September 2025. Keberhasilan uji coba tersebut mendorong perluasan ke 42 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, termasuk 9 kabupaten/kota di Bali. Dengan demikian, Bali menjadi satu-satunya provinsi yang melaksanakan uji coba digitalisasi Perlinsos secara menyeluruh.

Target dan Perkembangan Nasional

Secara nasional, pendaftaran Perlinsos Digital telah mencapai 6,6 juta KK awal Oktober 2026. Pemerintah menargetkan pendaftaran sebanyak 48 juta KK atau setara 50 persen populasi Indonesia hingga akhir Desember 2026. Rahmat menambahkan bahwa berbagai lapisan masyarakat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dilibatkan sebagai agen untuk mempercepat proses pendaftaran.

Periode Registrasi Ulang Bantuan Sosial

Pemerintah juga sedang melakukan periode registrasi ulang untuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako tahun 2027. Mulai tahun depan, penerima bantuan sosial wajib terdaftar melalui Perlinsos Digital. Penetapan penerima bantuan akan dilakukan ulang pada Desember mendatang berdasarkan kondisi ekonomi terbaru. Hal ini memungkinkan pergeseran penerima bantuan sesuai kebutuhan aktual masyarakat.

Baca juga:

Signifikansi dan Dampak Digitalisasi Perlinsos

Digitalisasi Perlinsos di Bali dan nasional diharapkan meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penyaluran bantuan sosial. Dengan sistem digital, pemerintah dapat memantau data penerima dengan lebih akurat dan menyesuaikan bantuan berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Inisiatif ini juga memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendaftar dan memperoleh bantuan sosial yang tepat sasaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Tutup