Nelayan Jembrana Berharap PPN Pengambengan Bisa Atasi Pendangkalan
PlatMerah.com, Jembrana – Nelayan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, menyambut positif pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Mereka berharap pengembangan pelabuhan ini dapat mengatasi masalah pendangkalan kolam labuh yang telah menghambat aktivitas penangkapan dan pembongkaran ikan sejak 2020.
Kerusakan Pendangkalan Kolam Labuh
I Gede Sumajaya, perwakilan nelayan tradisional di Desa Pengambengan, menjelaskan bahwa sejak pendangkalan semakin parah pada 2026, kapal-kapal nelayan berukuran 30 gross ton ke bawah tidak lagi bisa masuk ke kolam labuh di pelabuhan tersebut. Akibatnya, proses bongkar muat ikan harus dialihkan ke dermaga luar pelabuhan, yang memakan waktu lebih lama dan berpengaruh negatif pada kualitas ikan.
Menurut Sumajaya, perubahan proses ini mengakibatkan hasil tangkapan ikan sarden yang biasanya dijual segar berubah menjadi produksi tepung ikan dengan harga jauh lebih rendah. Harga ikan sarden segar mencapai Rp 18.000 hingga Rp 22.000 per kilogram, sementara harga tepung ikan hanya Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kilogram.
Harapan Nelayan terhadap Pembangunan PPN Pengambengan
Nelayan setempat mengharapkan bahwa pengembangan PPN Pengambengan akan memperlancar proses penangkapan dan pembongkaran ikan. Sumajaya menyebutkan bahwa mereka telah menerima sosialisasi dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap mengenai penempatan kapal berdasarkan ukuran, dengan kapal kecil ditempatkan di sebelah kiri pelabuhan dan kapal besar di sebelah kanan, guna menghindari benturan ekonomi dan operasional.
Nelayan berharap bahwa dengan adanya pengembangan ini, perekonomian mereka dapat meningkat dan kualitas hasil tangkapan ikan kembali membaik.
Kondisi Ekonomi Nelayan di Jembrana
Selain masalah pendangkalan, pendapatan para nelayan juga sangat bergantung pada musim ikan. Pada musim ikan, penghasilan nelayan dapat mencapai Rp 3 juta hingga Rp 7 juta per periode, namun pada saat bukan musim ikan, mereka tidak dapat melaut dan penghasilan menjadi nol. Sebagai alternatif, nelayan biasanya mencari pekerjaan lain seperti pembangunan atau pengaspalan untuk menghidupi keluarga.
Informasi Tambahan
- Nelayan Desa Pengambengan mulai melaut dari Pelabuhan Pengambengan sejak 2009 dengan kapal tradisional berukuran di bawah 30 gross ton.
- Hasil tangkapan utama meliputi ikan lemuru, layang, dan tongkol, yang dijual melalui sistem lelang.
- Pembangunan PPN Pengambengan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan fasilitas dan mendukung aktivitas perikanan di wilayah Jembrana.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














