Selo Bonang Jadi Panggung Riset Budaya Mahasiswa UNEJ

Selo Bonang Jadi Panggung Riset Budaya Mahasiswa UNEJ

Latar Belakang Selo Bonang: Kawasan Budaya yang Bernafaskan Gotong Royong

Plat Merah – Terletak di lereng pegunungan Hyang Argopuro, Kabupaten Jember, Selo Bonang bukan hanya menjadi destinasi wisata budaya yang unik, tetapi juga simbol perjuangan masyarakat pegunungan dalam melestarikan identitas lokal. Sejak didirikan oleh Yayasan Nara Bestari Indonesia pada 2010, kawasan ini telah mengubah destinasi yang sempat terisolasi menjadi pusat pengabdian masyarakat yang menggabungkan pelestarian budaya dengan pembangunan berkelanjutan.

Ekosistem Kebudayaan yang Berakar di Masyarakat

Menurut Hadi Poernomo, founder Yayasan Nara Bestari, Selo Bonang tidak sekadar memelihara tradisi, tetapi juga menciptakan ekosistem kebudayaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Berikut adalah beberapa proyek pemberdayaan yang telah direalisasikan sejak 2015:

ProgramPenjelasanDampak
Jaringan Sanitasi3 km jaringan air bersih dan tandonMelayani 200+ KK di Dusun Sumbercandik
Renovasi MasjidRestorasi masjid tertua di wilayah 3TMenjadi pusat kegiatan ibadah dan komunitas
Taman Pendidikan Al-QuranFasilitas belajar untuk anak putus sekolahMeningkatkan angka partisipasi pendidikan
Volunteer TourismProgram keterlibatan relawan internasionalMembuka 15+ lapangan kerja lokal

Dokumentasi Budaya Melalui Film: Proses yang Mengakar

Tim mahasiswa Prodi Televisi dan Film UNEJ kembali menggambarkan keseriusan akademisi dalam mengangkat nilai-nilai budaya melalui proyek Ritus Pager Gunung 2026. Upaya ini tidak sekadar produksi karya, tetapi juga riset mendalam tentang ritual tahunan masyarakat yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan tradisi turun-temurun.

Titik-Titik Penting dalam Survei Lokasi

Tim melakukan survei menyeluruh di lokasi strategis berikut:

  • Jalur Pegunungan: Menelusuri jejak migrasi budaya di lereng Hyang Argopuro
  • Lembah Batu Bernyanyi: Situs unik dengan fenomena akustik alami yang menjadi latar dokumentasi
  • Lanskap Budaya: Ruang terbuka yang akan dihias sesuai konteks ritual Pager Gunung

Selain aspek teknis, tim juga berdialog intensif dengan tokoh adat dan penduduk setempat untuk memahami filosofi ritual ini sebagai ekspresi syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Transformasi Selo Bonang: Dari Ritual ke Model Pembangunan

Proyek film dokumenter ini diharapkan menjadi jembatan antara tradisi lokal dan dunia internasional. Dengan jangkauan media modern, Selo Bonang akan diperkenalkan sebagai contoh sukses pembangunan berbasis budaya yang mengintegrasikan:

  1. Konservasi alam
  2. Pemberdayaan ekonomi masyarakat
  3. Pendidikan kreatif berbasis komunitas
  4. Pengembangan pariwisata lestari

Dampak Ekonomi dan Sosial

Keberadaan Selo Bonang telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Jember, terutama melalui:

  • Jasa pemandu: 70+ warga terlatih sebagai guide profesional
  • Homestay: 25 keluarga mengelola akomodasi lokal
  • Kuliner: Warung makan tradisional menggunakan bahan lokal
  • Kerajinan: 150 orang terlibat dalam produksi souvenir etnik

Dengan partisipasi relawan dari 5 negara (termasuk Rusia dan Australia), Selo Bonang juga bertransformasi menjadi model volunteer tourism yang memperkuat komunitas.

Kronologi Pengembangan Selo Bonang (2010-2026)

TahunKegiatan UtamaCapaian
2010Pendirian Yayasan Nara BestariLahan 15 hektar dikelola sebagai kawasan budaya
2015Pembangunan infrastruktur dasarJaringan air bersih terpasang
2018Renovasi Masjid SumbercandikMenjadi pusat kegiatan ibadah dan pendidikan
2022Program Volunteer Tourism dimulai100+ relawan internasional terlibat
2026Produksi film Ritus Pager GunungMemperluas jangkauan budaya ke tingkat global

Implikasi untuk Pariwisata dan Pendidikan

Proyek ini memberikan pelajaran penting bagi pengelolaan pariwisata budaya di Indonesia:

  • Membuktikan bahwa pelestarian budaya bisa menjadi pendorong ekonomi
  • Menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk belajar produksi kreatif
  • Mempromosikan model pembangunan yang tidak mengorbankan nilai tradisi

Dengan pendekatan ini, Selo Bonang tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi ruang hidup yang terus tumbuh bersama keanekaragaman budaya Indonesia. Film dokumenter Ritus Pager Gunung 2026 akan menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara yang relevan dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup