130 Sekolah di Palembang Butuh Perbaikan, Ratu Dewa Minta Disdik Gerak Cepat
Latar Belakang Krisis Infrastruktur Pendidikan
Plat Merah – Kota Palembang, yang dikenal sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, tengah menghadapi tantangan signifikan di sektor pendidikan. Dari data terbaru Dinas Pendidikan Kota Palembang, sebanyak 130 unit sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) membutuhkan rehabilitasi mendesak. Tingkat kerusakan mencapai 30-35% dengan kategori ringan hingga sedang. Situasi ini menjadi perhatian serius Walikota Ratu Dewa, yang menilai infrastruktur pendidikan merupakan fondasi utama untuk menciptakan generasi muda yang unggul.
Profil Krisis: Data dan Analisis
| Kategori Sekolah | Jumlah Bangunan Rusak | Kategori Kerusakan |
|---|---|---|
| SD | 99 gedung | Ringan – Sedang |
| SMP | 31 gedung | Ringan – Sedang |
Kondisi ini terjadi karena faktor usia bangunan yang sebagian besar dibangun pada era 1990-an hingga 2000-an. Selain itu, tingkat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem di Sumsel mempercepat degradasi struktur bangunan. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Affan Prapanca, akumulasi masalah ini membutuhkan alokasi anggaran yang lebih besar dari tahun 2026.
Rencana Aksi Pemerintah Kota
- Rehabilitasi Fisik: Fokus pada perbaikan dinding, atap, lantai, dan struktur bangunan.
- Penyediaan Sanitasi: Pengadaan toilet umum yang layak dan memenuhi standar kesehatan.
- Penataan Lingkungan: Pembuatan taman belajar dan area olahraga yang aman.
- Dukungan Teknologi: Instalasi listrik, kabel fiber optik, dan peralatan multimedia.
Kronologi dan Strategi Keuangan
| Tahun | Anggaran APBD | Perolehan Subsidi | Progres |
|---|---|---|---|
| 2023 | Rp 15 miliar | Rp 5 miliar | 40% |
| 2024 | Rp 20 miliar | Rp 7 miliar | 60% |
| 2025 | Rp 25 miliar | Rp 10 miliar | 80% |
| 2026 | Rp 30 miliar | Rp 12 miliar | 100% |
Untuk memenuhi target, Pemkot Palembang akan memaksimalkan kerja sama dengan pemerintah pusat melalui program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Penguatan Sekolah (PMP2S). Walikota Ratu Dewa menegaskan, “Kami akan prioritaskan penggunaan anggaran APBD sebesar 40% dalam APBD 2026 untuk proyek ini.”
Dampak dan Implikasi
Perbaikan infrastruktur sekolah memiliki efek domino yang signifikan:
- Menurunkan Angka Putus Sekolah: Lingkungan belajar aman dan nyaman meningkatkan minat siswa tetap bersekolah.
- Meningkatkan Kualitas Pendidikan: Ruang kelas yang layak memungkinkan penggunaan metode belajar aktif dan interaktif.
- Penguatan Ekonomi Lokal: Proyek infrastruktur akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
- Peningkatan IPM: Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 83,27% diharapkan bisa naik menjadi 85% pada 2027.
Perspektif Masyarakat dan Ekspektasi
Ketua Komite Sekolah SD Negeri 25 Palembang, Suryadi, menyampaikan harapan:
“Kami paham anggaran terbatas, tapi kondisi seperti atap bocor atau dinding retak harus segera diperbaiki. Anak-anak tidak bisa belajar di lingkungan yang tidak kondusif.”
Sementara itu, komunitas guru menilai perlu adanya transparansi dalam pelaksanaan proyek. “Pantauan dari masyarakat dan media harus intensif dilakukan untuk mencegah penyimpangan anggaran,” ujar Ketua PGRI Kota Palembang, Dedi Saputra.
Langkah Pemkot Palembang ini juga sejalan dengan target pemerintah pusat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 yang menekankan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







