Didier Drogba Murka: VAR Gagal Bantu Pantai Gading Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Didier Drogba Murka: VAR Gagal Bantu Pantai Gading Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Plat Merah – Legenda sepak bola Pantai Gading, Didier Drogba, meluapkan kemarahannya setelah timnas Pantai Gading tersingkir dari Piala Dunia 2026 di tangan Norwegia dengan skor tipis 1-2 pada babak 32 besar. Drogba mengecam keputusan wasit yang tidak memberikan penalti jelas untuk Nicolas Pepe di babak kedua, dan mempertanyakan guna VAR jika keputusan kontroversial seperti itu tetap luput.

Dalam cuitannya di media sosial, Drogba menulis: “Memalukan, penalti itu tidak diberikan untuk Nicolas Pepe, pffff, apa gunanya VAR?!” Eks striker Chelsea itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat tim yang pernah dibelanya harus pulang lebih awal. Meski demikian, Pantai Gading patut berbangga karena untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka berhasil melaju ke fase gugur Piala Dunia.

Perjalanan Pantai Gading di Piala Dunia 2026 dimulai dengan gemilang. Di bawah asuhan pelatih Emerse Faé, tim muda yang dijuluki Gajah ini berhasil melewati babak grup dengan status runner-up Grup E setelah mengalahkan Curaçao 2-0 berkat dwigol Nicolas Pépé. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah, mengingat generasi sebelumnya yang diperkuat Didier Drogba dan Yaya Touré tak pernah bisa melangkah sejauh ini.

Namun, di babak 32 besar, mereka harus berhadapan dengan Norwegia yang diperkuat Erling Haaland. Pertandingan berlangsung sengit. Pantai Gading tertinggal 0-2 di babak pertama, namun bangkit di babak kedua setelah memasukkan Amad Diallo. Sayang, gol balasan yang dicetak tak mampu menyamakan kedudukan. Wasit pun menjadi sorotan setelah insiden penalti yang kontroversial.

Didier Drogba, yang kini aktif sebagai komentator dan pengamat sepak bola, menilai bahwa VAR seharusnya bisa memperbaiki kesalahan wasit. “Jika VAR tidak digunakan dengan benar, maka teknologi itu tidak ada artinya. Saya sangat kecewa dengan keputusan yang merugikan tim saya,” ujar Drogba dalam wawancara pascapertandingan.

Kekecewaan Drogba juga mencerminkan perasaan banyak pendukung Pantai Gading. Namun, di tengah kekecewaan, ada secercah harapan. Amad Diallo, pemain muda Manchester United, menyatakan bahwa timnya bisa pulang dengan kepala tegak. “Kami telah membuat sejarah. Ini adalah awal yang baru bagi sepak bola Pantai Gading,” kata Diallo.

Sementara itu, kekalahan Pantai Gading juga menjadi pengingat bahwa sepak bola Afrika masih harus berjuang keras untuk bersaing di panggung dunia. Namun, dengan tampilnya talenta muda seperti Diallo dan Pépé, masa depan cerah menanti. Didier Drogba pun optimistis: “Generasi ini memiliki potensi besar. Mereka butuh pengalaman dan dukungan. Saya yakin mereka akan lebih baik di masa depan.”

Kesimpulannya, Pantai Gading mungkin tersingkir, tetapi semangat dan pencapaian mereka di Piala Dunia 2026 patut diacungi jempol. Didier Drogba, sebagai ikon sepak bola Pantai Gading, telah menyuarakan kekecewaan yang dirasakan banyak orang, namun juga meninggalkan pesan optimisme untuk masa depan. Pantai Gading telah membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di level tertinggi, dan insiden VAR kontroversial ini hanya akan menjadi bahan bakar untuk bangkit lebih kuat lagi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup