Bocah 9 Tahun Tertembus Peluru Nyasar di Bekasi, SPMB Kota Bekasi Sukses dengan Aplikasi Bebunge

Bocah 9 Tahun Tertembus Peluru Nyasar di Bekasi, SPMB Kota Bekasi Sukses dengan Aplikasi Bebunge

Plat MerahBekasi – Suasana haru menyelimuti Kabupaten Bekasi setelah seorang bocah perempuan berusia 9 tahun menjadi korban dugaan peluru nyasar saat bermain di area persawahan Kecamatan Setu. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026 itu sontak menggegerkan warga. Namun di sisi lain, pelaksanaan SPMB Kota Bekasi untuk jenjang SMP justru menuai pujian berkat inovasi digital.

Kapolsek Setu, Ajun Komisaris Polisi Usep Aramsyah membenarkan insiden nahas tersebut. Korban berinisial A mengalami luka tembus di bagian dada dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan proyektil yang diduga berasal dari senapan angin. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap asal usul peluru tersebut.

Sementara itu, kabar baik datang dari dunia pendidikan. Pemerintah Kabupaten Bekasi sukses menyelenggarakan SPMB Kota Bekasi 2026 dengan memanfaatkan aplikasi Bebunge (Bekasi Nyambung Bae). Aplikasi super ini menjadi platform utama pendaftaran yang diakses oleh lebih dari 50.700 calon peserta didik dari total 56 SMP Negeri yang tersebar di wilayah Bekasi.

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menjelaskan bahwa keberhasilan SPMB Kota Bekasi tahun ini tidak lepas dari kemudahan yang ditawarkan Bebunge. Orang tua cukup menggunakan ponsel pintar untuk mendaftar, mengunggah dokumen, memantau hasil seleksi secara real time, hingga menerima pengumuman. Proses yang transparan dan efisien ini mendapat respons positif dari masyarakat.

“Kami ingin mengubah budaya pelayanan publik menjadi lebih modern, efisien, dan transparan. Dengan Bebunge, semua layanan SPMB Kota Bekasi terintegrasi dalam satu genggaman,” ujar Yan Yan dalam keterangannya di Cikarang.

Data dari Diskominfosantik menunjukkan bahwa dari 50.700 pendaftar, sebanyak 29.476 memilih jalur domisili, 9.698 jalur afirmasi, 8.725 jalur prestasi akademik, 1.822 jalur prestasi non akademik, dan 981 jalur mutasi. Mereka memperebutkan 32.030 kursi yang terdiri dari 16.016 kursi domisili, 8.014 kursi prestasi, 6.403 kursi afirmasi, dan 1.597 kursi mutasi.

Kepala Bidang TIK Diskominfosantik, Bahrul Ulum, menambahkan bahwa fitur pengukuran jarak secara mandiri (self assessment) menjadi salah satu kunci sukses SPMB Kota Bekasi. Orang tua dapat mengukur jarak rumah ke sekolah sendiri sehingga meminimalisir sengketa data. “Transparansi menjadi prioritas kami. Orang tua bisa memantau peringkat anaknya secara real time dan mengetahui peluang diterima di sekolah tujuan,” jelas Bahrul.

Keberhasilan SPMB Kota Bekasi ini menjadi bukti bahwa transformasi digital mampu menjawab tantangan pelayanan publik. Aplikasi Bebunge yang diluncurkan sejak 2020 terus dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan, tidak hanya pendidikan. Masyarakat kini tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi untuk keperluan berbeda.

Di tengah kabar duka insiden peluru nyasar, semangat inovasi di bidang pendidikan tetap menyala. Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik melalui digitalisasi, sehingga ke depannya SPMB Kota Bekasi dan layanan lainnya dapat berjalan lebih lancar dan transparan.

Kesuksesan SPMB Kota Bekasi 2026 menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain untuk mengadopsi teknologi serupa. Dengan kemudahan akses dan transparansi, diharapkan tidak ada lagi kendala dalam penerimaan murid baru di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup