Program KAI Schooliday 2026 Ajak Tiga Anak Terpilih Ikut Liburan Edukatif

Program KAI Schooliday 2026 Ajak Tiga Anak Terpilih Ikut Liburan Edukatif

Program KAI Schooliday 2026: Merajut Budaya Keselamatan Sejak Dini

Plat Merah – Palembang, 15 Juli 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang meluncurkan Program KAI Schooliday 2026 sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia perkeretaapian. Program tersebut, yang dihelat di Stasiun Kertapati pada 11 Juli 2026, menawarkan pengalaman belajar langsung bagi tiga anak terpilih dalam usia 7 hingga 12 tahun. Inisiatif ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga memberikan wawasan tentang budaya keselamatan dan disiplin yang menjadi fondasi operasional perkeretaapian.

Latar Belakang Program

KAI Schooliday merupakan kelanjutan dari rangkaian program edukasi yang telah dijalankan PT KAI sejak 2021. Program ini dirancang untuk memanfaatkan momentum libur sekolah sebagai kesempatan menggabungkan rekreasi dengan pembelajaran. Menurut Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, pendidikan sejak dini tentang perkeretaapian dapat memperkuat hubungan masyarakat dengan transportasi umum yang aman dan efisien.

Partisipan dan Aktivitas

Nama AnakUsiaAsal
Muhammad Zaid Mudzakir11Baturaja
Riyanti Munira7Palembang
M. Gilang Rajendra9Palembang

Ketiga peserta mengikuti simulasi pemesanan tiket, simulasi pemeriksaan boarding, dan edukasi tentang tugas petugas stasiun. Mereka juga mencoba peran sebagai masinis dan Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Selain itu, peserta diajak berkeliling stasiun untuk melihat fasilitas modern seperti Kereta Eksekutif KA Sindang Marga dan Kereta Makan.

Implikasi Edukasi dan Budaya

Program ini tidak hanya memberikan wawasan teknis tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan keselamatan ditekankan melalui simulasi langsung. Sebagai contoh, peserta belajar tentang pentingnya menghindari bermain di area rel dan mematuhi instruksi petugas stasiun.

  1. Simulasi pemesanan tiket langsung
  2. Praktik tugas petugas stasiun
  3. Pengenalan peran masinis dan PPKA
  4. Pembagian bingkisan kepada penumpang anak
  5. Pelatihan budaya keselamatan

Pengembangan Karakter dan Masa Depan Industri

Aida menjelaskan bahwa pengalaman ini dapat membentuk pemahaman anak-anak tentang pentingnya disiplin dan ketertiban. “Anak-anak yang mengikuti program ini akan belajar bahwa perjalanan kereta api bukan hanya sekadar transportasi, tetapi juga sarana pembelajaran karakter,” ujarnya. Dengan pendidikan sejak dini, diharapkan generasi mendatang lebih menghargai peran kereta api dalam transportasi yang ramah lingkungan.

Kronologi Kegiatan

  • 08.00-09.00: Registrasi dan pengenalan program
  • 09.00-10.30: Simulasi pemesanan tiket dan tugas petugas
  • 10.30-12.00: Edukasi tentang peran masinis dan PPKA
  • 12.00-13.00: Istirahat dan pengenalan fasilitas stasiun
  • 13.00-15.00: Simulasi boarding dan pembagian bingkisan
  • 15.00-16.00: Diskusi dan evaluasi kegiatan

Kritik dan Perspektif Alternatif

Sebagian pihak mengkritik program ini karena keterbatasan jumlah peserta (hanya tiga anak). Namun, KAI menjelaskan bahwa program ini sifatnya eksperimental dan akan diperluas di tahun-tahun mendatang. Beberapa ahli pendidikan menilai program ini inovatif karena menggabungkan teknologi, edukasi, dan pengalaman langsung.

Perspektif Masyarakat dan Pemerintah

Program KAI Schooliday 2026 mendapat dukungan dari komunitas lokal yang berharap lebih banyak program serupa. Dalam konteks kebijakan pemerintah yang mendorong transportasi ramah lingkungan, program ini sejalan dengan rencana pembangunan jalur kereta api di Sumatera Selatan. Selain itu, partisipasi aktif orang tua dalam mengawasi anak selama kegiatan dianggap penting untuk memastikan keselamatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup