Wamensos Agus Jabo Kawal Kesiapan Tiga Daerah Ajukan Sekolah Rakyat
PlatMerah.com, Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendampingi tiga kepala daerah dari Kabupaten Mempawah, Rote Ndao, dan Aceh Utara dalam proses pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan dan pemberdayaan sosial yang menyeluruh.
Kesiapan Lahan sebagai Syarat Utama
Dalam audiensi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2026), Agus Jabo menegaskan bahwa ketersediaan lahan yang memenuhi kriteria teknis menjadi syarat mutlak untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Kriteria tersebut meliputi sertifikat lahan yang lengkap, kontur tanah yang landai, ketersediaan sumber air yang baik, listrik yang memadai, serta akses jalan yang luas untuk mendukung pembangunan dan operasional sekolah.
“Mulai dari sertifikatnya, konturnya landai, airnya, sumber airnya bagus. Terus kemudian listriknya juga oke. Termasuk jalan masuk untuk ke sekolah itu juga besar karena untuk pembangunan,” jelas Agus Jabo.
Tujuan Pembangunan Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat dirancang sebagai intervensi komprehensif yang tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga mendukung pemberdayaan keluarga mereka. Selain pendidikan, orang tua siswa yang lolos asesmen akan menerima Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dan dukungan perbaikan rumah.
Agus Jabo menjelaskan, “Jadi ini komprehensif. Anaknya disekolahkan, orang tuanya diperdayakan, rumahnya diperbaiki.” Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir merawat dan mengurus anak-anak dari keluarga kurang mampu supaya memperoleh kesempatan pendidikan yang meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Perkembangan dari Tiga Daerah
Kabupaten Rote Ndao
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 17,6 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan tersebut akan digunakan sekaligus untuk kegiatan integrated farming yang mendukung keberlanjutan sekolah.
“Kita punya sekarang yang tersedia lahannya itu 17,6 hektare. Kami punya lahan ini, kami serahkan semua,” ujar Paulus. Kabupaten Rote Ndao sebelumnya mengajukan lahan pada 2026, namun dinilai kurang luas sehingga dilakukan pengajuan ulang dengan lahan yang lebih besar.
Kabupaten Mempawah
Pemerintah Kabupaten Mempawah juga melakukan pengajuan ulang lahan setelah pengajuan sebelumnya ditolak karena tidak memenuhi kriteria teknis yang ditetapkan. Saat ini, Mempawah telah mengajukan lahan baru untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.
Kabupaten Aceh Utara
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil berharap pengajuan Sekolah Rakyat di wilayahnya dapat menjadi prioritas yang tepat sasaran untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Aceh Utara masih menghadapi tantangan kemiskinan dan stunting dengan angka kemiskinan mencapai 24,37 persen dan angka stunting sebesar 32,4 persen.
Ismail menegaskan pentingnya intervensi yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin sekaligus memperkuat pemberdayaan keluarga melalui program ini.
Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi memastikan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan yang layak. Program ini juga memberikan dukungan sosial ekonomi kepada keluarga agar kondisi sosial dan ekonomi mereka dapat meningkat secara berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mengurangi kemiskinan dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia di daerah-daerah yang membutuhkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














