AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan: Utus Terbang ke Swiss

AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan: Utus Terbang ke Swiss

Plat Merah – Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, bersama menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, telah tiba di Swiss untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian dengan Iran. Langkah ini diambil setelah putaran perundingan sebelumnya tertunda akibat eskalasi kekerasan antara Israel dan Hizbullah. Perkembangan ini menandai babak baru dalam upaya AS dan Iran mencapai kesepakatan yang komprehensif.

Kunjungan Witkoff dan Kushner ke Swiss merupakan bagian dari upaya Washington dan Teheran untuk melanjutkan konsultasi teknis yang sempat terhenti. Putaran perundingan berikutnya awalnya dijadwalkan pada Jumat, 19 Juni, namun ditunda setelah pecahnya kekerasan baru antara Israel dan Hizbullah. Gedung Putih menyatakan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, siap bergabung dalam perundingan untuk menandatangani kesepakatan akhir begitu kondisi memungkinkan.

Presiden Trump, dalam konferensi pers terakhir KTT G7 pada Rabu, menyatakan bahwa ia memperkirakan kesepakatan yang mengakhiri perang Timur Tengah akan segera ditandatangani. Trump juga mengindikasikan akan mendelegasikan penandatanganan nota kesepahaman kepada Wakil Presiden Vance. “Jika berhasil, saya akan mengambil pujian; jika tidak, saya akan menyalahkan JD,” canda Trump. Ia juga memberikan peringatan tegas, menyatakan siap “membom Iran” jika negara itu melanggar ketentuan perjanjian.

Dalam perkembangan terpisah, Otoritas Selat Persia Iran (PGSA) mengumumkan prosedur izin masuk secara daring yang wajib bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, menyusul nota kesepahaman antara AS dan Iran. Langkah ini bertujuan menormalkan lalu lintas maritim setelah sempat terhenti akibat perang Asia Barat. Kapal-kapal kini harus mengajukan permintaan transit setidaknya 48 jam sebelumnya melalui portal PGSA.ir.

Sementara itu, kesepakatan AS-Iran juga dipantau ketat oleh Ukraina. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyambut baik perjanjian tersebut, menyebutnya dapat memberikan momentum bagi keterlibatan AS kembali dalam inisiatif perdamaian untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Perundingan ini terjadi di tengah ketegangan yang masih tinggi di kawasan. Serangan Israel baru-baru ini di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya lima orang, menguji kembali gencatan senjata yang baru diperbarui. Namun, upaya diplomatik terus berlanjut, dengan Witkoff dan Kushner berusaha memanfaatkan momentum yang ada. Kesepakatan ini diharapkan tidak hanya mengakhiri konflik AS-Iran, tetapi juga membawa stabilitas bagi seluruh kawasan Timur Tengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup