Pejabat PBB Desak Penghapusan Hambatan Bantuan Kemanusiaan di Gaza: Krisis Kemanusiaan yang Terus Memburuk

Pejabat PBB Desak Penghapusan Hambatan Bantuan Kemanusiaan di Gaza: Krisis Kemanusiaan yang Terus Memburuk

Plat Merah – New York, 20 Juni 2026 – Dalam pernyataan yang disampaikan di hadapan Dewan Keamanan PBB pada Kamis (18/6), Under-Secretary-General PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, menyerukan penghapusan segera hambatan yang menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Meskipun ada sedikit perbaikan dalam beberapa pekan terakhir, Fletcher menegaskan bahwa pekerja kemanusiaan masih menghadapi hambatan yang persisten dan disengaja, yang secara signifikan membatasi kemampuan mereka untuk memberikan bantuan kepada warga sipil yang sangat membutuhkan.

Kondisi Akses Kemanusiaan yang Memprihatinkan

Fletcher mengungkapkan bahwa akses kemanusiaan saat ini hanya bergantung pada satu, atau paling banyak dua, perlintasan perbatasan yang beroperasi. Padahal, kapasitas yang jauh lebih besar dapat dengan mudah disediakan untuk pergerakan bantuan dan staf. Prosedur persetujuan dan bea cukai yang rumit, ditambah dengan pembatasan terhadap barang-barang yang disebut sebagai ‘barang berkegunaan ganda’, secara efektif membatasi masuknya pasokan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan. Kendala-kendala ini diperparah oleh pembatasan terhadap layanan esensial dari Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan lembaga nonpemerintah lainnya.

Akibatnya, terlalu banyak dukungan vital tertahan di luar Gaza, sementara upaya kemanusiaan di dalam Gaza terus dihambat oleh kelangkaan bahan bakar, suku cadang, kendaraan lapis baja, dan perlengkapan pelindung bagi para pekerja bantuan. Situasi ini menciptakan lingkaran setan yang membuat bantuan sulit mencapai mereka yang paling membutuhkan.

Dampak Terhadap Warga Sipil

Kondisi ini memiliki dampak yang menghancurkan bagi warga sipil di Gaza. Tanpa akses yang memadai terhadap bantuan kemanusiaan, warga Gaza menghadapi krisis pangan, air bersih, dan layanan kesehatan yang semakin parah. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan, dengan risiko malnutrisi dan penyakit yang meningkat secara drastis. Fletcher menekankan bahwa kita tidak boleh membiarkan puncak ambisi dan tekad kita hanya berupa dunia di mana anak-anak memiliki asupan kalori yang cukup untuk bertahan hidup dan terhindar dari pengeboman, tetapi tetap kelaparan, digigit tikus, tidak memiliki tempat tinggal, dan tidak bersekolah.

Tabel: Perlintasan Perbatasan Utama di Gaza

Nama PerlintasanStatus OperasionalKapasitas Maksimal
Erez/Beit HanounTerbatasRendah
KarniTidak beroperasiTinggi
Kerem Shalom/Karem Abu SalemBeroperasi sebagianSedang

Seruan untuk Tindakan Konkret

Dalam pidatonya, Fletcher mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah konkret guna memastikan perlindungan warga sipil dan pekerja kemanusiaan, serta menjamin akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan. Ia meminta agar perlintasan Erez/Beit Hanoun, Karni, dan Kerem Shalom/Karem Abu Salem segera dioperasikan dengan kapasitas penuh untuk membangun jalur distribusi bervolume tinggi dan multirute, serta akses ke lokasi-lokasi penting di dalam Gaza, termasuk tempat pembuangan akhir di dekat pagar perimeter.

Lebih lanjut, Fletcher meminta pencabutan pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap barang-barang esensial untuk kelangsungan hidup, terutama peralatan medis, termasuk alat diagnosis, suku cadang penting untuk air dan sanitasi, pasokan bahan bakar dan oli mesin yang konsisten, serta perlengkapan komunikasi dan pelindung bagi para pekerja bantuan. Ia juga mendesak penerapan kembali pembebasan bea cukai kemanusiaan dan penerbitan visa jangka panjang yang dapat diprediksi bagi staf internasional, PBB, dan lembaga nonpemerintah, serta penyederhanaan proses pendaftaran lembaga nonpemerintah.

Kronologi Peristiwa Terkini

  • 2023-2024: Konflik Gaza meningkat, menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah.
  • Awal 2025: Beberapa gencatan senjata sementara, namun akses bantuan masih terbatas.
  • Juni 2026: Tom Fletcher menyampaikan pernyataan di Dewan Keamanan PBB, mendesak penghapusan hambatan.

Dampak dan Implikasi

Jika hambatan ini tidak segera dihapus, krisis kemanusiaan di Gaza akan terus memburuk. Masyarakat internasional, termasuk negara-negara anggota PBB, harus bertindak cepat untuk menekan Israel agar memberikan akses yang lebih luas. Implikasi dari kegagalan ini tidak hanya dirasakan oleh warga Gaza, tetapi juga dapat memperburuk stabilitas regional dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Selain itu, kredibilitas Dewan Keamanan PBB sebagai penjaga perdamaian dan keamanan internasional juga dipertaruhkan.

Penutup

Aksi kemanusiaan bukanlah sekumpulan pilihan, melainkan sebuah ekosistem tunggal yang akan sangat terganggu jika komponen-komponennya terhambat. Dan aksi-aksi tersebut bukanlah langkah-langkah berurutan atau alat tawar-menawar. Fletcher mengingatkan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri permusuhan serta harapan terkait gencatan senjata di Lebanon seharusnya membuat Dewan Keamanan PBB kembali memusatkan perhatiannya kepada realitas di Gaza. Dunia tidak boleh berpaling dari penderitaan yang terus berlangsung. Saatnya bertindak, bukan sekadar berjanji.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup